JKN Tembus 36,4 Juta Peserta, Pekerja Informal Jadi Fokus 2026
Peserta JKN capai 36,4 juta jiwa. Pemerintah fokus perluas perlindungan pekerja informal termasuk ojol melalui aturan baru.
Ilustrasi kejahatan siber./Reuters-Kacper Pempel
Harianjogja.com, JAKARTA--Untuk melindungi pusat data para pengelola keamanan jaringan, T Prosperita–Eset Indonesia mendorong memanfaatkan Greycortex.
Yudhi Kukuh, IT Security Consultant PT Prosperita–Eset Indonesia menjelaskan pada dasarnya setiap perilaku yang terjadi di dalam jaringan selalu meninggalkan jejak. Dengan merekam metadata dalam jaringan dari waktu ke waktu maka para pengelola jaringan dapat memperkecil risiko kerusakan data akibat serangan malware dan para pencuri data.
"Dengan menerapkan machine learning, analisis lalu lintas jaringan dapat mendeteksi bahkan penyimpangan terkecil dari setiap perilaku. Dengan memasukkan analisis lalu lintas jaringan ke dalam sistem keamanan perusahaan, organisasi dapat mencapai tingkat dimana mereka mendapat visibilitas ke semua aktivitas abnormal di infrastruktur mereka,” kata Yudhi dalam keterangan tertulisnya Kamis, (1/8/2019).
Menurutnya, salah satu cara mendeteksi seluruh lini dalam sistem jaringan adalah dengan menggunakan Greyxortex. Sistem ini dirancang seperti mata siber yang bisa melihat segalanya. Sistem akan mengawasi setiap aktivitas dan perilaku yang terjadi di dalam jaringan.
"Semua bentuk kejahatan siber boleh punya kemampuan bersembunyi dan menghindari pendeteksian, tapi tidak dari mata yang bisa melihat segalanya. Keistimewaan ini didukung oleh database yang berisi daftar hitam lebih dari 100.000 alamat IP dan lebih dari 45.000 deteksi signature aktif dalam 40 kategori yang terus diperbarui setiap saat," katanya.
Kukuh menyebutkan pemanfaatan Greyxortex akan menghasilkan dan menyimpan metadata yang sangat terperinci untuk berbagai kinerja jaringan, keamanan, dan manajemen.
"Sementara untuk instalasi dapat dilakukan dengan mudah dan dapat disebarkan pada perangkat keras standar, VMWare atau Hyper-V dan mudah dikelola," ujarnya.
Seperti diketahui, banyak kasus pencurian data besar-besaran terjadi dalam beberapa tahun kebelakang. Salah satu kasus pencurian yang mengundang kekhawatiran besar adalah kasus Equifak yang menyebabkan dicurinya data personal dan finansial 148 juta warga Amerika. Pembobolan data terjadi karena peretas memanfaatkan celah keamanan di alat yang dirancang untuk membangun aplikasi web. Celah ini dimanfaatkan untuk mencuri data pelanggan.
Dalam pencurian ini, pencuri menggunakan malware stealth atau malware siluman yang mampu menyamarkan dirinya untuk menghindar dari pendeteksian, bersembunyi dalam sistem dalam waktu lama sambil terus memanfaatkan celah kerentanan yang muncul untuk mencuri segala macam hal berharga yang dimiliki perusahaan.
"Dalam riset yang dilakukan oleh Ponemon Institute pada Maret 2019. Dari survei yang mereka lakukan diketahui bahwa 90% lingkungan infrastruktur rusak oleh setidaknya satu serangan siber, sementara 62% merasakan serangan berulang pada perusahaan mereka. Lebih jauh, 80% responden manyatakan penyebab utamanya adalah kurangnya visibilitas terhadap serangan di jaringan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
Jadwal bola malam ini 28-29 Agustus 2026: Bayern vs Stuttgart, Lille vs PSG, AC Milan vs Venezia, Crystal Palace vs Man City, dan Al Nassr. Simak jadwal lengkap
Kebakaran lahan sekitar 10 hektare terjadi di Lemah Rubuh, Imogiri. Api berpotensi mengancam 127 KK jika kembali merambat.
Jadwal lengkap Moto3 Aragon 2026 untuk Veda Ega Pratama, mulai FP1, Practice, kualifikasi hingga balapan utama pada Minggu (30/8).
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah menjalani perawatan intensif. Kepergiannya mengakhiri lebih dari 35 tahun masa pemerintahannya