Barantin Kerahkan Satgas 24 Jam Awasi Hewan Kurban
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Ilustrasi Pesawat Supersonic Senyap (QueSST) X-59 pengembangan NASA dan Lockheed Martin./Lockheed Martin
Harianjogja.com, BEIJING--Sebuah badan antariksa milik pemerintah China dijadwalkan meluncurkan roket pertamanya pada Agustus untuk penggunaan komersial.
Kesiapan itu menimbulkan tekanan bagi perusahaan-perusahaan lain pembuat roket di dalam negeri untuk melakukan pengembangan dalam menghadapi tren satelit komersial.
Unit kontraktor antariksa utama China, China Aerospace Science and Technology Corp (CASC), sedang menyelesaikan perakitan roket Smart Dragon-1 buatannya.
Penerbangan perdana Smart Dragon-1 diperkirakan akan berlangsung pada Agustus, kata lembaga pemerintah State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC), Kamis.
China ingin memiliki satelit-satelit komersial yang bisa menyediakan berbagai layanan, dari internet berkecepatan tinggi bagi pesawat hingga pelacakan pengiriman batu bara. Peluncuran roket yang bisa dipercaya, berbiaya rendah serta sering dilakukan disebut-sebut akan menjadi kunci kesuksesan.
Pekan lalu, iSpace menjadi perusahaan swasta pertama China yang berhasil mengirimkan satelit ke orbit dengan menggunakan roketnya. Sejak akhir tahun lalu, dua perusahaan lain sudah mencoba melakukan langkah serupa, namun gagal.
Menurut media pemerintah China, pembuatan roket Smart Dragon hanya akan membutuhkan waktu enam bulan dan peluncurannya bisa disiapkan dalam waktu 24 jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengirim enam mahasiswa ke Taiwan untuk mengikuti program Global Education Experiences (GlobEES) 2026