Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ponsel layar lipat LG./JIBI-Solopos-Dok
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah vendor ponsel mulai mendaftarkan paten untuk ponsel layar lipat. Ponsel layar lipat diprediksi bakal menjadi tren ponsel di masa akan datang. LG pun tidak ingin kehilangan momen ini. Perusahaan asal Korea Selatan itu langsung tancap gas dan mengajukan hak paten untuk desain ponsel layar lipatnya.
Dilansir Phone Arena, Minggu (4/8/2019), sebuah dokumen beredar di dunia maya dan memperlihatkan ponsel LG yang bisa dilipat dua kali karena memiliki tiga bagian layar. Hal menarik lainnya, ponsel ini juga dilengkapi sebuah stylus, yang diselipkan pada celah layar. Celah layar ini sendiri terbentuk ketika perangkat dilipat.
Jika paten ini disetujui, LG akan menjadi vendor ponsel pertama di dunia yang memiliki ponsel layar lipat dilengkapi pena digital atau stylus. Karena masih berupa paten, LG belum bisa memberikan informasi seputar ponsel itu, termasuk spesifikasi ataupun tanggal peluncurannya.
Selain mengajukan paten ponsel layar lipat, LG juga telah mendaftarkan paten untuk ponsel dengan lubang di layar pada Juni lalu kepada pihak Turkish Patent Institute.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Pemerintah membagi penanganan karhutla per wilayah dan memprioritaskan enam provinsi, dengan pengerahan 12.880 personel.
Regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran dibatalkan Disdikpora Kulonprogo setelah mendapat penolakan warga karena lokasi sekolah lebih jauh.
Single parent di Kulonprogo berpenghasilan rata-rata Rp50.000 sehari, tetapi masuk Desil 9 dan khawatir KIP-K serta BPJS PBI dicabut.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.