Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
OPPO F7/Istimewa-OPPO Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA- Sebuah survei baru-baru ini mengklaim posel Oppo telah merajasi pasar ponsel fdi Indonesia, namun hal itu dibantah kompetitornya, Samsung.
Samsung Indonesia mengaku pihaknya meragukan sebuah survei yang menyebutkan bahwa Oppo telah menguasai pasar ponsel Tanah Air di kuartal kedua 2019.
IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia, Bernard Ang, di sela-sela peluncuran Galaxy Note 10 di Jakarta, Rabu (21/8/2019) mengklaim mereknya masih yang nomor satu di Nusantara, bukan Oppo atau merek lainnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, sebuah survei dari perusahaan riset pasar Canalys menyebutkan bahwa Oppo berhasil mengalahkan Samsung di Indonesia pada triwulan dua 2019. Oppo disebut menguasai 26 pangsa pasar ponsel Indonesia, sementara Samsung turun ke posisi dua dengan pasar 24 persen.
Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant, menilai bahwa hasil survei dari satu lembaga riset tidak bisa diakui sebagai fakta yang ada di lapangan.
Denny kemudian mengajukan hasil riset Gfk, yang menyebut bahwa Samsung masih yang paling laris di Indonesia.
"Kami melihat dari survei GfK, mereka sendiri menghitung berdasarkan jumlah pembelian yang terjadi di toko dan GfK itu lembaga independen," papar Denny.
Tidak hanya menggunakan data hasil survei dari perusahaan riset pasar, Denny juga mengatakan bahwa pihak internal juga menghitung jumlah perangkat yang terjual.
Berdasarkan hasil review internal tersebut, Samsung masih memimpin untuk pangsa pasar ponsel premium di Indonesia.
"Berdasarkan data riset dan hasil review device yang terjual, segmen premium masih sangat konsisten. Samsung masih memimpin di market share 66 persen selama 2019 ini," sambung Denny.
Bahkan, Denny mengklaim pangsa pasar ponsel Samsung hingga Juni 2019 melebihi 50 persen dari total market share di Indonesia.
"Sebanyak 50 persen market share itu betul-betul dari handset yang sampai ke tangan konsumen atau end-user," tegas Denny.
Namun, terlepas dari posisi Samsung di pasar ponsel Indonesia saat ini, Denny mengatakan bahwa pihaknya hanya fokus untuk menawarkan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen lokal.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita memenuhi kebutuhan konsumen. Sampai saat ini di segmen premium ponsel, Samsung masih kuat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.