7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
OPPO F7/Istimewa-OPPO Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA- Sebuah survei baru-baru ini mengklaim posel Oppo telah merajasi pasar ponsel fdi Indonesia, namun hal itu dibantah kompetitornya, Samsung.
Samsung Indonesia mengaku pihaknya meragukan sebuah survei yang menyebutkan bahwa Oppo telah menguasai pasar ponsel Tanah Air di kuartal kedua 2019.
IT & Mobile Business Vice President Samsung Electronics Indonesia, Bernard Ang, di sela-sela peluncuran Galaxy Note 10 di Jakarta, Rabu (21/8/2019) mengklaim mereknya masih yang nomor satu di Nusantara, bukan Oppo atau merek lainnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, sebuah survei dari perusahaan riset pasar Canalys menyebutkan bahwa Oppo berhasil mengalahkan Samsung di Indonesia pada triwulan dua 2019. Oppo disebut menguasai 26 pangsa pasar ponsel Indonesia, sementara Samsung turun ke posisi dua dengan pasar 24 persen.
Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant, menilai bahwa hasil survei dari satu lembaga riset tidak bisa diakui sebagai fakta yang ada di lapangan.
Denny kemudian mengajukan hasil riset Gfk, yang menyebut bahwa Samsung masih yang paling laris di Indonesia.
"Kami melihat dari survei GfK, mereka sendiri menghitung berdasarkan jumlah pembelian yang terjadi di toko dan GfK itu lembaga independen," papar Denny.
Tidak hanya menggunakan data hasil survei dari perusahaan riset pasar, Denny juga mengatakan bahwa pihak internal juga menghitung jumlah perangkat yang terjual.
Berdasarkan hasil review internal tersebut, Samsung masih memimpin untuk pangsa pasar ponsel premium di Indonesia.
"Berdasarkan data riset dan hasil review device yang terjual, segmen premium masih sangat konsisten. Samsung masih memimpin di market share 66 persen selama 2019 ini," sambung Denny.
Bahkan, Denny mengklaim pangsa pasar ponsel Samsung hingga Juni 2019 melebihi 50 persen dari total market share di Indonesia.
"Sebanyak 50 persen market share itu betul-betul dari handset yang sampai ke tangan konsumen atau end-user," tegas Denny.
Namun, terlepas dari posisi Samsung di pasar ponsel Indonesia saat ini, Denny mengatakan bahwa pihaknya hanya fokus untuk menawarkan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen lokal.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita memenuhi kebutuhan konsumen. Sampai saat ini di segmen premium ponsel, Samsung masih kuat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.