Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Karyawan beraktivitas di salah satu gerai Xiaomi, di Jakarta, Senin (29/7/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA – Xiaomi Corp. mencatat pertumbuhan pendapatan terendahnya pada kuartal kedua tahun ini karena pasar fokus pada pembelian Huawei dan menanti peluncuran ponsel 5G.
Saham Xiaomi yang nilainya menurun setengah sejak IPO (initial public offering) kembali turun 6 persen dalam perdagangan Rabu (21/8/2019) siang. Xiaomi memulai debut sahamnya pada Juli 2018.
Perusahaan yang didirikan pada 2010 tersebut menyatakan bahwa mereka gagal menaikkan pengiriman ponsel pintarnya di kuartal kedua, yang mencapai 32 juta.
Menurut perusahaan riset Canalys, pangsa pasar Xiaomi di China menurun seperlima pada kuartal II/2019, sedangkan pangsa Huawei melonjak sebesar 31 persen.
Meroketnya pangsa Huawei di China justru disebabkan oleh AS yang memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam. Masyarakat China ramai membeli produk Huawei di negaranya sendiri sebagai bentuk dukungan mereka.
Selain itu, menurut analis, banyak pelanggan menunggu peluncuran ponsel pintar dengan teknologi 5G. Dengan begitu, mereka menunda membeli ponsel baru hingga 5G diluncurkan.
“Pelanggan umumnya menahan ponsel pintar yang sudah ada dan produsen berharap 5G akan menjadi alasan bagi pelanggan mereka untuk membeli ponsel baru,” ujar analis Morningstar Dan Baker seperti dikutip Reuters.
Pendapatan kuartal kedua Xiaomi naik 15 persen menjadi 51,95 miliar yuan (US$7,4 miliar) dari 45,24 miliar yuan pada tahun lalu. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan analis, yaitu sebesar 53,52 miliar yuan, menurut data I/B/E/S dari Refinitiv.
Sementara itu, penghasilan bersih perusahaan merosot 87 persen menjadi 1,96 miliar yuan karena nilai wajar investasinya beralih ke kerugian pada kuartal kedua, dari kenaikan setahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.