Mencoba Membangun Server Komputer di Rumah dengan Synology DiskStation
NAS bisa diakses peranti lain yang berada di dalam jaringan lokal yang sama, atau bahkan dari luar (via internet).
Harianjogja.com, JAKARTA - Kehidupan manusia terutama usia dewasa kini sulit terlepas dari ponsel. Pergi ke mana-mana selalu membawa ponsel. Sadar atau tidak, pergerakan Anda dilacak selama 24 jam lewat ponsel Anda. Pembuat ponsel dan aplikasi menggunakan informasi lokasi ini untuk berbagai fitur berguna, tetapi Anda mungkin merasa tidak nyaman bila pergerakan Anda dipantau terus-menerus.
Bila Anda merasa bahwa fitur yang ditawarkan dengan pemantauan lokasi ini tidak terlalu bermanfaat, Anda bisa menonaktifkan sebagian atau bahkan keseluruhan informasi lokasi. Di sini kita akan membahas bagaimana cara melakukannya di ponsel Android.
ACTIVITY CONTROL
Kita bisa menghentikan dan menghapus pelacakan lokasi menggunakan peramban dari URL https://myaccount.google.com/activitycontrols. Laman web ini berguna untuk mengendalikan pelacakan informasi pribadi Anda. Gulung layar ke bagian Location History, dan nonaktifkan pelacakan lokasi di sini.
Selain menghentikan pelacakan lokasi, dari laman Activity Control ini Anda juga bisa menonaktifkan perekaman aktivitas lain seperti pencarian, penggunaan YouTube, dan perekaman audio dan suara di Google Assstant.
PELACAKAN DI PONSEL
Anda juga dapat menghentikan pelacakan lokasi dari peranti Android. Dari menu Settings, pilih Security and Location, dan kemudian Location. Matikan juga
pelacakan lokasi dari data WiFi dari menu Location Accuracy.
Ini saja belum cukup: dari menu Scanning, matikan Wi-Fi Scanning dan Bluetooh Scanning.
Dari menu Location ini Anda juga bisa melihat aplikasi apa saja yang baru-baru ini meminta informasi lokasi.
Lebih jauh lagi, Anda bisa meninjau dan mengatur aplikasi apa saja yang diizinkan untuk mengakses data pergerakan Anda itu.
Bila Anda tidak ingin mematikan pelacakan lokasi seluruhnya, tetapi ingin membatasi aplikasi mana saja yang bisa mendapatkan akses, Anda bisa melakukannya dengan memilih App-level Permissions -> Location Permission.
MENGHAPUS DATA
Langkah-langkah yang dijelaskan sebelumnya bisa digunakan untuk menghentikan ponsel dan aplikasi melacak pergerakan Anda. Namun bagaimana dengan data yang sudah tersimpan sebelumnya?
Sayangnya Anda hanya dapat menghapus data dari aplikasi tertentu saja (seperti Google, Facebook, atau Twitter).
Aplikasi dan penyedia layanan lain biasanya tidak menyediakan pilihan untuk menghapus data tersebut.
Untuk Google, penghapusan data lokasi dapat dilakukan dari Google Maps. Pilih opsi Your Timeline, lalu Settings dan Privacy. Gulung ke bawah untuk memilih Delete All Location History.
Sebagai alternatif, Anda bisa menghapus sebagian (Delete Location History Range), atau melakukan penghapusan otomatis setelah beberapa waktu.
Untuk Facebook, penghapusan bisa dilakukan dari Settings->Location -> View Location History.
Selanjutnya, klik menu tiga titik di kanan atas, dan pilih “Delete All Location History”. Ini sebaiknya dilakukan dari peramban, bukan aplikasi Facebook.
Untuk Twitter, lakukan penghapusan dari menu Settings and Privacy, lalu pilih Privacy and Safety, kemudian pilih Location Information. Di sini terdapat pilihan untuk menghapus data lokasi Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
NAS bisa diakses peranti lain yang berada di dalam jaringan lokal yang sama, atau bahkan dari luar (via internet).
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.