KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Semua Sumber Daya Dikerahkan
Kapal selamKRI Nanggala-402yang dilaporkan hilang pada Rabu (21/4/2021).
Petugas teknisi XL memeriksa perangkat jaringan BTS 4G di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/6)./Antara-Yulius Satria Wijaya
Harianjogja.com, JAKARTA – Sinyal 4G saat ini belum bisa merata tersedia di seluruh wilayah Tanah Air. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan baru pada 2022 seluruh desa dan kelurahan di Indonesia yang berjumlah lebih dari 83.000 sudah tersedia sinyal 4G.
Menurutnya, pada tahun tersebut pula, seluruh desa dan kelurahan baru akan mendapatkan infrastruktur kuat untuk mendorong ekosistem digital bagi sejumlah pelaku usaha seperti UMKM, petani, maupun nelayan. Dia berharap, adanya infrastruktur teknologi yang mumpuni bisa menjadi ujung tombak perekonomian di desa.
Baca juga: Versi Pelanggan, Begini Lezatnya Soto Lamongan yang Jadi Klaster Covid-19
"ICT infrastruktur kita tidak murah, tidak simpel, tidak sederhana, sangat rumit, kita bangun fiber optik network, dan menggelar satelit," katanya dalam kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu (30/8/2020).
Johnny mengakui kemampuan teknologi komunikasi dan informasi Indonesia belum secanggih China. Namun, Indonesia sudah menyiapkan dana hingga Rp74 triliun untuk belanja operasional maupun belanja modal terkait pembangunan satelit dan BTS.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi operator seluler yang tidak menyesuaikan dengan feasibility study (FS) nasional menjadi kendala tidak meratanya pengembangan teknologi tersebut. Saat ini, pemerintah pun mendorong agar pembangun infrastruktur BTS untuk membuat sinyal 4G merata.
Baca juga: Indosat, XL dan Tri Juga Berikan Paket Belajar Murah, Ini Cara Mengaktifkannya
"Kami belum bisa setara China yang sudah berkembang, tetapi kami siapkan dana triliunan rupiah untuk opex dan capex termasuk pembangunan BTS dan satelit," katanya.
Adapun saat ini, Indonesia sedang mendorong pembangunan sejumlah infrastruktur telekomunikasi yakni fiber optik dan base transceiver station (BTS).
Pada tahun ini, Kementerian Kominfo akan melakukan upgrading 1.209 BTS di seluruh Indonesia. Pada 2021, akan ditambah pembangunan 4.200 BTS di 4.200 desa yang belum memiliki sinyal 4G. Sementara pada 2022, pemerintah akan menambahnya sebanyak 3.700 BTS.
Kemudian, awal September 2020 nanti, Johnny mengatakan pemerintah akan meluncurkan sindikasi pembiayaan senilai US$400 juta untuk pembangun satelit multifungsi untuk menambah kekuatan infrastruktur information communication and technology (ICT).
Artinya, Indonesia akan punya satu satelit besar dengan kapsitas 150 GB. Satelit ini tiga kali lebih besar dari sembilan satelit yang ada dengan kapasitas hanya 50 GB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kapal selamKRI Nanggala-402yang dilaporkan hilang pada Rabu (21/4/2021).
Hacker memanfaatkan iklan Google dan Claude AI untuk menyebarkan malware pencuri password dan data pengguna Mac.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.