Investor Mengantre, Pemerintah Siapkan Perluasan KEK Kendal-Batang
Investor mengantre masuk KEK Kendal-Batang setelah lahan terpakai 100 persen. Pemerintah menyiapkan perluasan kawasan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah Pandemi Covid-19, masyarakat diminta menghindari kerumunan. Meski demikian ada beberapa waktu terbaik bila terpaksa harus pergi bepergian dan berada di tengah keramaian. Dengan memperhitungkan kemungkinan waktu off-peak atau di luar puncak kepadatan, maka risiko tertular virus Corona jenis baru bisa dimaksimalkan.
Google Maps merilis kapan waktu yang tepat apabila ingin berkunjung ke suatu tempat. Misalnya kedai kopi, apotek, supermarket, restoran, hingga taman. Data diambil dari rekam jejak pengguna Google saat berkunjung ke tempat-tempat itu.
Baca juga: Penting! Tips 3M dan 3K dari IDAI untuk Cegah Anak Terpapar Covid-19
Berikut waktu terbaik yang bisa dijadikan wacana bila harus berkunjung tempat-tempat itu, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (21/11/2020).
Inilah daftar kunjungan terbaik berdasar data Google Maps:
1. Kafe kopi
2. Apotek
3. Supermarket
4. Restoran
5. Taman
Untuk mengecek seberapa sibuk tempat-tempat tertentu di Google Maps, berikut cara yang bisa dilakukan:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Investor mengantre masuk KEK Kendal-Batang setelah lahan terpakai 100 persen. Pemerintah menyiapkan perluasan kawasan.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.
Empat chef jaringan Accor berkolaborasi menghadirkan A Taste of Java di The Phoenix Hotel Jogja pada 29–30 Agustus 2026.
Kevin Warsh menyoroti dampak AI terhadap ekonomi AS, sementara inflasi masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.
Nepal mendesak TikTok dan Meta menghapus konten AI palsu, video lama, serta QR donasi palsu terkait banjir bandang.