Blok Masela Akhirnya Bergerak, Hambatan 28 Tahun Mulai Terurai
Proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah pemerintah menyelesaikan berbagai hambatan yang tertunda selama 28 tahun.
Dua pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020)./Antara-M. Risyal Hidayat\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Dua startup raksasa Indonesia, Gojek dan Tokopedia, dikabarkan menyelesaikan persyaratan untuk merger mereka dan akan mencapai kesepakatan paling cepat bulan ini.
Dikutip Bloomberg, saat ini kedua perusahaan sedang membahas berbagai skenario dengan tujuan akhirnya mendaftarkan entitas gabungan di Jakarta dan Amerika Serikat.
“Penilaian target di pasar umum antara US$35 miliar dan US$40 miliar,” kata salah satu Sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena negosiasi bersifat pribadi seperti dikutip JIBI, Rabu (10/2/2021).
Lebih lanjut, kedua perusahaan rintisan tersebut berencana untuk menciptakan pembangkit tenaga internet (internet powerhouse), sebagai ujung tombak bisnis mulai dari pemesanan kendaraan dan pembayaran digital hingga belanja dan pengiriman daring. Adapun saat ini, ketentuan terbaru yang sedang dibahas meminta pemegang saham Gojek untuk memiliki sekitar 60 persen dari entitas gabungan sementara investor Tokopedia memegang 40 persen.
Kendati demikian, terlepas dari rasionya, kedua perusahaan mendekati transaksi sebagai merger yang sederajat, kata sumber tersebut. Salah satu skenario yang dibahas adalah menggabungkan kedua perusahaan sebelum secara bersamaan mencatatkan mereka di Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Namun, skema lain adalah mendaftarkan Tokopedia di Jakarta terlebih dahulu, kemudian bergabung dengan Gojek sebelum mendaftarkan entitas gabungan di AS. Sumber tersebut mengatakan perusahaan belum memutuskan apakah mereka akan memilih untuk mendaftar di AS melalui penawaran umum perdana tradisional atau tujuan khusus melalui jalur akuisisi.
Selain itu, Gojek telah berdiskusi dengan saingannya Grab Holdings Inc. tentang kemungkinan merger, tetapi pembicaraan itu berlarut-larut dan akhirnya gagal. Di antara masalah lain, kesepakatan itu kemungkinan akan menghadapi pertentangan peraturan karena akan menggabungkan dua penyedia utama angkutan sesuai permintaan (on-demand) dan layanan pengiriman di beberapa pasar Asia Tenggara.
Pendiri SoftBank Group Corp. Masayoshi Son, pemegang saham luar terbesar di Grab, awalnya mendorong Chief Executive Officer Grab Anthony Tan untuk membuat kesepakatan dengan Gojek. Namun Son kemudian mengalihkan dukungannya ke aliansi Gojek-Tokopedia.
Sebelumnya, Vice President of Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan perseroan lebih fokus dalam mempersiapkan IPO di bursa saham dibandingkan dengan urusan merger. Rencananya, Tokopedia akan melakukan dual listing di Indonesia dan Amerika Serikat.
“Saat ini belum ada kegiatan merger. Saat ini kami fokusnya untuk IPO dahulu di Indonesia dan di Amerika Serikat,” ujarnya kepada Bisnis.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Proyek LNG Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah pemerintah menyelesaikan berbagai hambatan yang tertunda selama 28 tahun.
Lansia miskin di Kota Jogja yang kehilangan bantuan PKH berpeluang menerima bantuan ASLUM dari Pemkot Jogja sebesar Rp900.000.
KPK memastikan Febrie Adriansyah telah memakai rompi tahanan dan menerima kunjungan keluarga di Rutan Gedung Merah Putih KPK.
Istana memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak mengganggu kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.
Driver ojol kini dapat mengajukan KUR hingga Rp500 juta. Simak syarat, dokumen, dan plafon pinjaman yang berlaku mulai Juli 2026.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.