Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Kekayaan Bangsa dan Perangi Korupsi
Presiden Prabowo tegaskan komitmen menjaga kekayaan bangsa dan memberantas korupsi tanpa kompromi di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Logo Microsoft/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengamat menilai dengan keputusan Microsoft untuk membangun pusat data pertamanya di Indonesia menuntut pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menyiapkan regulasi yang adil bagi semua pihak.
Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Joseph Matheus mengatakan saat ini Indonesia memang surga bagi mahadata termasuk analitik. Hal ini yang membuat raksasa teknologi berbondong-bondong membangun pangkalan datanya di Tanah Air.
BACA JUGA : Microsoft Ingin Bangun Pusat Data di Indonesia
“Secara manfaat dibangunnya pusat data Microsoft di Indonesia pasti baik, harganya akan murah dan kualitas baik. Secara ketahanan negara, hal ini tentu saja mengumpulkan data atau informasi dari semua masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (25/2/2021).
Lebih lanjut, dia menyebutkan pemerintah perlu segera melakukan antisipasi, salah satunya adalah kolaborasi, membangun pangkalan data secara mandiri untuk menjaga persaingan usaha antara asing dan pemain lokal.
“Persaingan usaha perlu dijaga, perusahaan besar bisa mengatur harga. Sebaiknya pemerintah mengatur hal ini, supaya perusahaan lokal yang kalah secara keuangan dan teknologi tidak mati. Perlu regulasi, untuk melihat persaingan usaha, perlindungan usaha lokal, serta ketahanan data Indonesia,” kata Ian.
Sekadar catatan, riset IDC mencatatkan investasi dari dibangunnya pusat data regional di Indonesia oleh Microsoft akan menciptakan pendapatan baru hingga US$6,3 miliar atau sekitar Rp89 triliun di Tanah Air.
BACA JUGA : Percepat Pembuatan Dokumen, Microsoft Akan Tambah Fitur
Perkiraan itu dengan mempertimbangkan besarnya ekosistem pelanggan dan mitra lokal di Indonesia. Selain itu, bisnis yang mengonsumsi komputasi awan (cloud) diprediksi dapat menyumbangkan 60.000 lapangan kerja bagi ekonomi lokal selama empat tahun ke depan.
Selain Microsoft, Amazon Web Services (AWS) juga tengah membangun pusat data di Jawa Barat yang ditargetkan rampung tahun ini. Sementara, Alibaba Cloud sudah membangun dua pusat data di Indonesia, di mana mereka tengah membuat pangkalan data ketiga yang ditarget beroperasi pada 2021.
Adapun, Google juga meluncurkan region Google Cloud Platform (GCP) di Jakarta pada Juni 2020 dengan harapan agar Indonesia dapat menjadi hub pusat data di Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Presiden Prabowo tegaskan komitmen menjaga kekayaan bangsa dan memberantas korupsi tanpa kompromi di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.