7 Orang Terpilih sebagai Dewan Komisioner OJK, Ini Pesan Wimboh
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
CR-V berteknologi Honda Sensing. /Honda
Harianjogja.com, JAKARTA — Honda berkomitmen menghadirkan teknologi advanced driver-assistance system (ADAS) pada setiap mobil baru pada 2030. Hal ini merupakan komitmen pabrikan otomotif Jepang tersebut untuk meningkatkan keamanan berkendara.
CEO Honda yang baru Toshiro Mibe mengatakan bahwa perusahaan akan berupaya untuk menghindari kematian akibat kecelakaan mobil dengan motor. “Sebagai perusahaan yang memiliki bisnis sepeda motor dan mobil, kami akan terus memperkuat penelitian kami tentang teknologi keselamatan yang memungkinkan sepeda motor dan mobil untuk hidup berdampingan dengan aman," katan Mibe dalam konferensi pers perdananya, mengutip Paultan.org, Minggu (25/4/2021).
Adapun teknologi ADAS pertama kali diperkenalkan Honda pada model Legend. Sedan ini mampu mengemudi secara otonom level 3. Dengan demikian tingkat otomasi mobil ini dapat diandalkanuntuk membaca kondisi lingkungan tanpa bantuan manusia.
Baca juga: Sejak Diskon PPnBM, Permintaan 2 Mobil Mewah Ini Melesat
Mibe menambahkan Honda akan lebih meningkatkan kecerdasan ADAS. Saat ini teknologi tersebut telah mengumpulkan pengetahuan terakait pola tabrakan.
Dengan lebih menekankan pada negara berkembang, Mibe mengatakan banyak tabrakan yang dapat dicegah melalui kegiatan pendidikan keselamatan lalu lintas dan dengan pendekatan masalah dari perspektif infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga memperkuat program dan kegiatan pendidikan dengan pemerintah daerah dan pelaku industri.
Di Indonesia, salah satu yang telah memiliki fitur ADAS Honda Sensing adalah CR-V anyar. Teknologi Honda Sensing memiliki 5 fitur pada New Honda CR-V.
Baca juga: Benarkah Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa?
Pertama, Collision Mitigation Brake System (CMBSTM), sistem yang membantu ketika terdapat kemungkinan kendaraan berbenturan dengan kendaraan lain atau pejalan kaki yang terdeteksi di depan.
Kedua, Lane Keeping Assist System (LKAS). Fitur ini membantu kemudi untuk menjaga kendaraan tetap berada pada jalur yang terdeteksi dan memberikan getaran dan visual jika kendaraan terdeteksi keluar dari jalur.
Ketiga, Road Departure Mitigation (RDM), yang berfungsi memberikan peringatan dan jika diperlukan melakukan koreksi secara otomatis pada roda kemudi apabila pengendara keluar dari jalur agar kembali ke jalur yang benar.
Keempat, Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow. Berfungsi menjaga kestabilan kecepatan kendaraan dan mengatur jarak di belakang kendaraan yang terdeteksi di depan, dan membantu mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan secara otomatis.
Kelima, Auto-High Beam. Sistem ini secara intuitif akan berganti antara lampu besar dan lampu normal tergantung pada situasi jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022 WImboh Santoso menyambut baik terpilihnya tujuh dewan komisioner OJK periode 2022–2027 kemarin, Kamis (7/4/2022) oleh DPR RI.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.