Agrinas Palma Buka Lowongan 20.000 Pekerja, Prioritaskan Warga Lokal
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Mengisi minyak rem pada sepeda motor. /Suzuki
Harianjogja.com, JAKARTA – Van belt atau v-belt merupakan salah satu bagian penting pada sepeda motor yang berfungsi sebagai pengantar daya dari mesin ke sistem penggerak. Komponen ini juga diketahui memiliki masa kadaluwarsa.
Dilansir dari laman resmi Suzuki, Senin (3/5/2021), V-belt yang putus dapat membahayakan pengendara karena motor dapat berhenti mendadak, meski motor dalam kondisi hidup. Untuk itu, sebaiknya pengendara mengenali ciri-ciri v-belt yang rusak dan mau putus.
“Pertama, akan muncul bunyi pada bagian boks Continuously Variable Transmission [CVT] yang akan terdengar pada saat akselerasi awal. Selanjutnya, akan terdengar bunyi seperti decitan pada bagian CVT sesaat setelah motor akan dijalankan.”
Kedua, tarikan pada motor akan terasa kaku dan kasar. Umumnya, tarikan motor yang masih normal akan terasa halus dan lancar. Adapun, pada v-belt yang akan putus, tarikan motor terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir.
Ketiga, adalah saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan, tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan.
Tanda lain yang sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah adanya getaran pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan v-belt mudah putus, meski usia penggunaannya belum terlampau lama. Sebagian besar pengemudi menganggap jarak tempuh adalah penyebab utama, padahal faktanya tidak memengaruhi kondisi v-belt.
Faktor utama penyebab v-belt mudah putus adalah beban kerja pada belt yang terlalu berlebihan. Semisal, saat mesin dalam keadaan yang tidak prima, tetapi motor digunakan pada jalanan yang esktrem maka v-belt akan mengalami penurunan fungsi secara otomatis.
“Berkaitan dengan itu, komponen lain yang juga sering diabaikan padahal memegang peranan yang amat penting adalah pelumas,” tulis Suzuki dalam keterangan resmi.
Pelumasan pada transmisi gearbox atau CVT merupakan hal yang sangat penting. Terlebih pada motor matik yang memiliki transmisi berbeda dengan motor biasa. Jika proses pelumasan dilupakan, komponen akan seret sehingga v-belt motor menjadi lebih berat.
Jika v-belt menanggung beban yang berat, kondisinya akan semakin memburuk dan mudah putus. Apabila motor terasa lebih berat serta sabuk CVT berkurang dan semakin melar, segera ganti v-belt motor Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.
Eks Ketua MK Anwar Usman tiba di Istana jelang pelantikan Wantimpres. Ia mengaku belum tahu apakah akan dilantik sebagai anggota.
Response time Damkar Sleman menuju kebakaran Transhome tercatat 14 menit. Namun, capaian waktu tanggap secara keseluruhan baru 52,27 persen.
Pratikno menghadiri pelantikan Wantimpres di Istana. Soal posisi ketua, ia mengaku belum menerima salinan Keppres.
Mario Aji finis P25 di Practice Moto2 Jepang 2026 dan harus melewati Q1 setelah jatuh di akhir sesi. David Alonso menjadi yang tercepat.