Selisih Data PHK Jadi Sorotan, Kemenaker Siapkan Klarifikasi
Kemenaker akan mengklarifikasi perbedaan data PHK dengan Apindo setelah muncul selisih angka pekerja terdampak sepanjang 2026.
Peserta bermain game online PUBG pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018)./JIBI-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA — Pengembang gim lokal optimistis makin besarnya minat korporasi masuk ke ranah olahraga elektronik (esport) menjadi peluang untuk menumbuhkan bisnis pada 2021.
CEO Anantarupa Studio Ivan Chen yang merupakan pengembang gim daring lokal Lokapala meyakini pasar esport turut memberi sentimen positif terhadap bisnis perusahaan.
Lokapala adalah sebuah gim esport pertama dari Indonesia juga diklaim sebagai satu-satunya gim esport dari Asia Tenggara yang diluncurkan pada Mei 2020.
Lokapala dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor bersama dengan pelaku industri konten lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Cipta Kreasi Indonesia (Cakra).
“Tahun ini pertumbuhan kami setidaknya [menyentuh] 300 persen, karena sudah ada penjajakan dari permintaan di berbagai negara lain untuk publishing Lokapala di negara mereka,” kata CEO Ivan, Jumat (18/6/2021).
Dia melanjutkan, industri esports di Indonesia pasti akan terus bertumbuh, dengan bertambahnya segmentasi dan terbentuknya Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yang membuat atlet-atlet esports mempunyai jenjang karier yang jelas.
“Namun, harus dilihat juga industri esports ini bermuara di komoditas utamanya, yaitu gim itu sendiri. Jika industri esports terus bertumbuh tapi banyak perusahaan mengimpor gim dari luar negeri, otomatis akan memperbesar defisit neraca perdagangan. Saat ini 99% transaksi gim dalam negeri berasal dari impor, gim lokal tercatat hanya 0,2 persen. Kerugian negara Indonesia Rp16 triliun tahun lalu,” tuturnya.
Dia mengatakan, karena pemain esports di Indonesia rata-rata anak muda dan profesional muda serta dengan jumlah sudah lebih dari 100 juta orang, perusahaan-perusahaan melihat potensi esports sebagai pangsa pasar masa depan yang belum tersaturasi.
“Jadi, memang sewajarnya banyak perusahaan-perusahaan akan berlomba-lomba untuk masuk ke ekosistem esports ini,” ujar Ivan.
Berdasarkan data Statista, pasar esports telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dengan makin banyak pemirsa yang menonton gim favorit mereka dimainkan oleh sejumlah pemain gim terbaik di dunia.
Pada 2024, diperkirakan ada hampir 286 juta penggemar esports di seluruh dunia, meningkat pesat dari 197 juta pada 2019. Selain itu, sekitar 291,6 juta orang diperkirakan akan sesekali menonton esports pada 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemenaker akan mengklarifikasi perbedaan data PHK dengan Apindo setelah muncul selisih angka pekerja terdampak sepanjang 2026.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny