Mendag Zulhas Sebut Harga Pangan Masih di Awal Ramadan
Mendag Zulkifli Hasan mengeklaim harga bahan pangan masih stabil memasuki puasa 1 Ramadan 1444 H yang dimulai hari ini.
Ilustrasi pengendara ojek daring Grab./Reuters-Beawiharta
Harianjogja.com, JAKARTA – Grab Indonesia siap menghadirkan fitur-fitur aplikasi PeduliLindungi di platform digitalnya guna memudahkan masyarakat dalam beraktivitas di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Saat ini masyarakat diimbau untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat hendak berkunjung ke tempat-tempat umum dan menggunakan moda transportasi. Tujuannya, agar verifikasi dokumen kesehatan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Saat ini Grab sedang mempersiapkan integrasi, di mana pengguna dapat melakukan scan QR PeduliLindungi melalui aplikasi Grab. Hal ini kami lakukan untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan pandemi. Kami akan terus memberikan informasi terbaru nantinya,” kata Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Uun Ainurrofiq kepada JIBI, Selasa (28/9/2021).
Sebelumnya, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Setiaji mengatakan bahwa mulai Oktober 2021, pihaknya akan memperbaiki dan memperbarui mekanisme terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Hal itu dilakukan lantaran tak sedikit warga yang mengalami kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori di perangkatnya terlanjur penuh. Bahkan, masih ada yang belum memiliki ponsel pintar.
“Untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat, mulai Oktober mendatang, Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah opsi untuk menunjukkan status vaksinasi seseorang. Ada proses kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang,” katanya dalam diskusi daring, Jumat (24/9/2021).
Dia menyebut, masyarakat akan bisa mengakses fitur aplikasi PeduliLindungi melalui platform digital lain. Saat ini pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai platform digital, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, termasuk Jaki, aplikasi layanan publik yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Setiaji, dengan adanya integrasi ini, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara langsung, tetapi tetap bisa memanfaatkan fitur-fiturnya melalui aplikasi di platform digital lain.
“Aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Mendag Zulkifli Hasan mengeklaim harga bahan pangan masih stabil memasuki puasa 1 Ramadan 1444 H yang dimulai hari ini.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.
Jogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di JEC, dihadiri ribuan peserta dan dorong literasi keuangan inklusif berbasis generasi muda.