Peta NASA Tampilkan Sebaran Karbon Monoksida di Indonesia, Ini Penjelasan BMKG
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Logo Xiaomi /Wikipedia
Harianjogja.com, BEIJING - Perusahaan raksasa teknologi, Xiaomi telah menyatakan konfirmasi rencana perusahaan untuk memulai produksi massal bagi mobil pertama mereka.
Lewat unggahan di media sosial, pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun telah mengkonfirmasi beberapa detail yang akan dilakukan perusahaan.
Dijelaskan produksi massal mobil Xiaomi diproyeksikan akan dimulai paruh pertama 2024.
Lei Jun juga mengatakan perkembangan pembuatan mobil listrik Xiaomi mencapai kemajuan sangat baik. Bahkan semuanya berkembang lebih cepat dari yang diharapkan.
Namun dirinya juga melihat ada beberapa kekhawatiran bila Xiaomi akan mengalihkan fokus produksi dari smartphone ke mobil.
Kekhawatiran ini timbul mengingat adanya investasi besar-besaran dari perusahaan untuk terjun ke industri otomotif.
"Perangkat seluler akan terus menjadi prioritas nomor satu Xiaomi bahkan setelah mobil tersedia untuk pelanggan pertama," kata Lei Jun, dikutip dari Autoevolution.
Hingga sekarang, belum diketahui apakah Xiaomi berencana untuk bergabung dengan pembuat mobil lain untuk produksi kendaraan.
Namun hal ini sangat memungkinkan, sebab kabarnya proyek tadi juga didukung oleh salah satu pembuat mobil yang berbasis di China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Kemnaker membuka pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK pada 2024-2026. Simak syarat, pilihan pelatihan, fasilitas, dan cara daftar.
Jelang musim hujan, DPRD Jogja meminta Pemkot mengantisipasi genangan, mengevaluasi drainase tua, dan mencegah penumpukan sampah di depo.
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
BPD DIY meraih tiga prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026. Capaian ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah.
Hari Santri Nasional menjadi momentum memperkuat literasi digital di pesantren untuk membentengi generasi muda dari intoleransi dan radikalisme.