Kecelakaan Bus dan Truk di Tol Cipali, Satu Penumpang Tewas
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Berikut cara mengatasi HP disadap bisa dimulai dari melakukan pemindaian. Selanjutnya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Serangan siber belakangan ini memang sedang marak. Karena itu, pengguna harus lebih hati-hati. Bukan tidak mungkin jika ponsel mereka disadap. Atau, disusupi spyware yang bisa mengetahui tingkah laku mereka.
Bagaimana pengguna tahu jika ponselnya di sadap? Memang sangat sulit untuk tahu. Tapi, sebenarnya ada beberapa ciri-ciri tertentu yang harus diwaspadai.
Pertama, soal performa.
Karena Spyware terus menerus menggali dan merekam data, maka wajar jika tiba-tiba perangkat jadi panas. Padahal, tidak ada aplikasi yang sedang berjalan. Ternyata, ada software yang berjalan di latar. Waspada pula jika performa ponsel tiba-tiba ngedrop. Kedua, biasanya baterai juga cepat drop. Lebih cepat dari normal. Spyware akan merekam kemapun lokasi Anda sehingga GPS terus aktif.
Faktor lain, Anda mendengar suara-suara aneh saat sedang menelpon. Bukan suara hantu. Tapi, seperti suara noise, bunyi bip, atau suara Anda jadi menggema.
Faktor lainnya adalah ponsel yang mati dan menyala dengan sendirinya. Lalu, Anda bisa menerima SMS-SMS aneh yang tidak jelas. Artinya, bahasanya tidak jelas. Misalnya bahasa Rusia. Lalu, bagaimana cara mengatasi HP disadap? Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, pengguna bisa mencermati aplikasi yang bisa melakukan penyadapan. Beberapa diantaranya:
1. Spyera
2. TheOneSpy
3. FlexiSPY
4. mSpy
5. Highster Mobile
Aplikasi-aplikasi ini bisa memonitor dan merekam SMS serta pembicaraan ponsel. Oknum penyadap bisa mengontrol smartphone Anda lewat mikropon dan mendengarkan apa yang sedang Anda ucapkan. Bahkan merekam panggilan telepon. Lebih gawat lagi aplikasi tersebut juga bisa mencuri password, menggunakan kamera untuk merekam, dan lainnya.
Cara kedua, adalah Anda cek apakah ada aplikasi yang sifatnya agresif di dalam ponsel Anda. Caranya:
1. Masuk ke Setting 2. Cari Apps & notifications 3. Klik “See all apps”. Cari aplikasi mencurigakan yang memiliki nama seperti “spy,” “monitor,” “stealth,” “track” atau “trojan.” 4. Jika ketemu, cari di internet soal deskripsi aplikasi, atau langsung hapus saja.
5. Jika tidak ketemu, coba cek ulang aplikasi-aplikasi yang baru Anda diunduh dalam sebulan terakhir. Jika mencurigakan, segera hapus.
Cara ketiga, gunakan fitur Google Play Protect yang ada di Google Play Store untuk memindai aplikasi-aplikasi yang telah terinstal di ponsel Anda. Memang tidak bisa mendeteksi aplikasi spyware. Tapi, jadi senjata efektif untuk tahu jika ada aplikasi yang sifatnya berbahaya.
1. Masuk ke Settings
2. Sentuh “Security & location.”
3. Sentuh “Google Play Protect.”
4. Sentuh “Scan”, dan ponsel Anda akan dipindai untuk tahu aktivitas berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)