Empat Korban KMP Putri Yasmin Belum Ditemukan
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Berikut cara mengatasi HP disadap bisa dimulai dari melakukan pemindaian. Selanjutnya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Serangan siber belakangan ini memang sedang marak. Karena itu, pengguna harus lebih hati-hati. Bukan tidak mungkin jika ponsel mereka disadap. Atau, disusupi spyware yang bisa mengetahui tingkah laku mereka.
Bagaimana pengguna tahu jika ponselnya di sadap? Memang sangat sulit untuk tahu. Tapi, sebenarnya ada beberapa ciri-ciri tertentu yang harus diwaspadai.
Pertama, soal performa.
Karena Spyware terus menerus menggali dan merekam data, maka wajar jika tiba-tiba perangkat jadi panas. Padahal, tidak ada aplikasi yang sedang berjalan. Ternyata, ada software yang berjalan di latar. Waspada pula jika performa ponsel tiba-tiba ngedrop. Kedua, biasanya baterai juga cepat drop. Lebih cepat dari normal. Spyware akan merekam kemapun lokasi Anda sehingga GPS terus aktif.
Faktor lain, Anda mendengar suara-suara aneh saat sedang menelpon. Bukan suara hantu. Tapi, seperti suara noise, bunyi bip, atau suara Anda jadi menggema.
Faktor lainnya adalah ponsel yang mati dan menyala dengan sendirinya. Lalu, Anda bisa menerima SMS-SMS aneh yang tidak jelas. Artinya, bahasanya tidak jelas. Misalnya bahasa Rusia. Lalu, bagaimana cara mengatasi HP disadap? Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, pengguna bisa mencermati aplikasi yang bisa melakukan penyadapan. Beberapa diantaranya:
1. Spyera
2. TheOneSpy
3. FlexiSPY
4. mSpy
5. Highster Mobile
Aplikasi-aplikasi ini bisa memonitor dan merekam SMS serta pembicaraan ponsel. Oknum penyadap bisa mengontrol smartphone Anda lewat mikropon dan mendengarkan apa yang sedang Anda ucapkan. Bahkan merekam panggilan telepon. Lebih gawat lagi aplikasi tersebut juga bisa mencuri password, menggunakan kamera untuk merekam, dan lainnya.
Cara kedua, adalah Anda cek apakah ada aplikasi yang sifatnya agresif di dalam ponsel Anda. Caranya:
1. Masuk ke Setting 2. Cari Apps & notifications 3. Klik “See all apps”. Cari aplikasi mencurigakan yang memiliki nama seperti “spy,” “monitor,” “stealth,” “track” atau “trojan.” 4. Jika ketemu, cari di internet soal deskripsi aplikasi, atau langsung hapus saja.
5. Jika tidak ketemu, coba cek ulang aplikasi-aplikasi yang baru Anda diunduh dalam sebulan terakhir. Jika mencurigakan, segera hapus.
Cara ketiga, gunakan fitur Google Play Protect yang ada di Google Play Store untuk memindai aplikasi-aplikasi yang telah terinstal di ponsel Anda. Memang tidak bisa mendeteksi aplikasi spyware. Tapi, jadi senjata efektif untuk tahu jika ada aplikasi yang sifatnya berbahaya.
1. Masuk ke Settings
2. Sentuh “Security & location.”
3. Sentuh “Google Play Protect.”
4. Sentuh “Scan”, dan ponsel Anda akan dipindai untuk tahu aktivitas berbahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menembus ekosistem industri kreatif nasional.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Popularitas BTS di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kuartal II 2026. Sebanyak 46% warga AS mengaku memiliki kesan positif terhadap grup K-pop terse
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta
Libur HUT ke-81 RI mendorong lonjakan penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja hingga 122.191 orang pada 14-17 Agustus 2026.