40.000 Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi pada Oktober 2026
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jaringan 5G/exuberantsolutions.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah pengguna ponsel pintar atau smartphone jaringan 5G di Korea Selatan telah mencapai 20,19 juta pada November 2021, setara 28 persen dari total 72,57 juta langganan seluler di negara tersebut, menurut data dari Kementerian ICT.
Korea Selatan memiliki populasi sebanyak 52 juta dan mengkomersialkan jaringan 5G untuk pertama kali pada April 2019. Sejauh ini, layanan tersebut telah tersedia di 85 kota sebagaimana dikutip dari Yonhap, Senin (03/01/2022).
Jumlah tersebut meningkat dari 19,38 juta langganan 5G pada Oktober ketika banyak smartphone baru diluncurkan termasuk seri iPhone 13.
Selain itu, peluncuran ponsel lipat Samsung yakni Galaxy Z Fold 3 dan Galaxy Z Flip 3 pada akhir Agustus juga mendorong peningkatan pengguna.
SK Telecom Co., operator seluler terbesar di Korea Selatan, saat ini memiliki jumlah pengguna 5G terbanyak yakni 9,52 juta, diikuti oleh KT Corp sebanyak 6,16 juta dan LG Uplus Corp sebanyak 4,46 juta.
Sementara itu, jumlah pengguna smartphone dengan jaringan 4G di Korea Selatan turun menjadi 48,55 juta atau setara 67 persen dari langganan seluler pada November 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Pemkot Pekalongan mencatat 11.090 penerima PKH desil 1-4 dan mendorong warga yang sudah mampu melakukan graduasi mandiri.
SMAN 3 Yogyakarta membuka SPMB Online jalur murid cadangan dengan kuota satu kursi. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan daftar ulang.
Program normalisasi Sungai Jogja menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menekan risiko banjir sekaligus memperbaiki kualitas kawasan bantaran sungai
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan seorang pemotor setelah diduga kehilangan konsentrasi dan terpental ke jalur berlawanan.
Pendaki di Bukit Savana Dandaun, kaki Gunung Rinjani, meninggal dunia akibat hipotermia setelah dievakuasi tim SAR gabungan.