Motor Listrik Berpotensi Lebih Hemat Rp500.000 per Bulan dari Motor Konvensional
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
Aktivitas jual beli di showroom mobil bekas Putra Jambul Auto, Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah, milik Lilik Windiyanto, Minggu (12/7/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JAKARTA – Berbagai faktor seperti mobil baru yang makin mahal dan jumlahnya terbatas berdampak pada tingginya permintaan kendaraan bekas. Kini, alat transportasi seken tersebut ikutan naik.
Pemilik Jordy Mobil di Mega Glogok Kemayoran Andi mengatakan bahwa akibat besarnya permintaan, dia sampai kesulitan mencari mobil bekas. Kendaraan jenis apapun sulit didapat dan harganya tinggi.
“Jadi sekarang mencari mobil susah. Banyak yang beli malah. Kalau dari tahun-tahun sebelumnya, bisa dua sampai tiga kali lipat,” katanya saat dihubungi, Minggu (29/5/2022).
Sebagai perbandingan kenaikan mobil bekas, Andi menjelaskan bahwa modal untuk beli mobil bekas tahun ini senilai dengan dia jual tahun lalu. Harganya jadi lumayan tinggi.
“Dulu kita jual Rp150 juta, sekarang kita beli dengan harga segitu tidak bisa. Kenaikannya 5 persen sampai 10 persen,” jelasnya.
Andi mengamati naiknya mobil bekas tidak hanya disebabkan kelangkaan mikrocip atau semikonduktor, tetapi juga harga kendaraan baru yang tinggi. Dia mencontohkan harga Fortuner yang dulu Rp400 juta sekarang lebih dari Rp600 juta.
“Otomatis mobil bekas juga ikut naik. Untuk tahun ini kebanyak mobil yang dicari adalah MPV [multi purpose vehicle/ mobil keluarga] dan SUV [sport utility vehicle],” terangnya.
Tingginya minat dan naiknya harga mobil bekas juga diakui Chief Operating Officer (COO) Mobil88 Sutadi. Dia mengamati beberapa pelanggan berpindah mencari mobil bekas karena kebutuhan operasional Di Mobil88, penjualan pada Januari sampai April meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Ada [kenaikan harga mobil bekas]. Ini menyesuaikan supply dan demand,” jelasnya.
Sementara itu, Director Marketing OLX Autos Indonesia Sandy Maulana mengatakan bahwa kelangkaan mikrocip yang membuat pembeli harus menunggu mobil baru sampai ke tangan berdampak pada permintaan kendaraan seken.
“Banyak konsumen memilih untuk membeli mobil bekas karena mungkin ketersediaannya ada. Lalu, bisa langsung dipakai dan harganya cukup terjangkau dibandingkan mobil baru,” katanya.
Kalau untuk harganya, Sandy tidak bisa menyimpulkan bahwa saat ini mobil bekas naik. Hal tersebut bisa tergantung pada kondisi kendaraan. “Mungkin ada yang mahal, ada yang rendah. Itu tergantung kondisi mobil itu sendiri,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Ilectra Motor Group, entitas Grup Indika, menghitung biaya pemakaian motor listrik lebih hemat dibandingkan kovensional.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.