Nilai Impor Mobil Listrik Capai US$28,37 Juta, Terbanyak dari Korea Selatan

Kahfi
Kahfi Rabu, 29 Juni 2022 04:37 WIB
Nilai Impor Mobil Listrik Capai US$28,37 Juta, Terbanyak dari Korea Selatan

Ioniq 5 menghadirkan pengalaman baru melalui desain EV inovatif yang menggugah ikon pembentuk DNA desain Hyundai. /Hyundai

Bisnis.com, JAKARTA—Di lima bulan pertama tahun 2022, nilai impor mobil listrik murni (electric vehicles) bernilai sekitar US$28,37 juta. Korea Selatan menjadi negara kontributor impor terbesar seiring peredaran produk EV seperti Ioniq, Kona, dan Genesis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor EV roda empat itu setara 0,72 persen dari total nilai impor kendaraan bermotor dan bagiannya (HS 87 dan HS 98) yang mencapai US$3,89 miliar. Jika dilihat lebih rinci, impor terbesar EV disumang produk mobil jenis station wagon yang diimpor secara CKD (Completely Knock Down). Total produk dengan kode HS 87038018 itu mencapai US$19,2 juta.

Untuk produk tersebut, dikuasai Korea Selatan dan China. Korea Selatan menorehkan angka impor sebesar US$19,18 juta untuk produk tersebut. Hal itu sejalan dengan kehadiran model-model EV yang didatangkan Hyundai. Teranyar, prinsipal asal Korea Selatan itupun memboyong model Ioniq5 yang telah meraih penjualan cukup besar pada segmen EV.

BACA JUGA: Sedan Listrik Cadillac Celestiq Diprediksi Seharga Rp4,4 Miliar

Sebaliknya, terkait prinsipal asal China, seperti Wuling dan DFSK, keduanya baru memperkenalkan berbagai produk berteknologi EV. Hanya saja, keduanya belum secara resmi melakukan penjualan secara masif.

Di sisi lain, transaksi perdagangan otomotif antara Indonesia dengan Korea Selatan tengah memerah. Hingga lima bulan pertama tahun ini, neraca dagang sektor otomotif dengan Korea Selatan menyisakan defisit sebesar US$99,17 juta, berasal dari nilai impor yang mencapai US$109,53 juta dan ekspor sebesar US$10,36 juta.  

Selain mengimpor produk EV secara CKD dari Korea Selatan, pasar Indonesia juga menyerap banyak produk mobil jenis wagon bermesin konvensional dari Korea Selatan. Produk dengan kapasitas mesin lebih dari 2.000cc (HS 87033276) itu memiliki nilai impor sebesar US$44,6 juta selama lima bulan pertama tahun ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sirojul Khafid
Sirojul Khafid Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online