WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak ciptaan tim mahasiswa UMY./Ist Humas UMY
Harianjogja.com, BANTUL — Tim startup mahasiswa UMY Aero Fun Research Tech menciptakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak. Pesawat itu diciptakan setelah mereka mendapatkan dana dari Program Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa (IWDM) 2022.
Ketua tim Aero Fun Research, Fallah Alfrido Firmansyah, menjelaskan produksi UAV di Indonesia belum dilakukan secara masif. Kebanyakan, UAV masih didatangkan dari luar negeri.
“Belum ada perusahaan atau developer lokal yang memproduksi ini secara masif, sedangkan SDM di Indonesia ini sangat mendukung dan siap. Melihat dari hal tersebut, kami berinisiatif membuat UAV yang kualitasnya sama dengan luar negeri,” kata Fallah merupakan mahasiswa Teknik Mesin UMY, Rabu (9/8/2022).
UAV buatan timnya ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor. Ia mencontohkan dalam bidang kesehatan, pesawat ini bisa digunakan untuk mengirim obat-obatan ke lokasi tertentu yang tidak bisa dijangkau menggunakan kendaraan darat.
Dalam sektor kebencanaan, pesawat ini juga bisa digunakan untuk memantau evakuasi korban bencana atau memonitor para korban bencana untuk lokasi tertentu juga.
“Penggunaannya tidak terbatas satu sektor saja,” katanya.
Pesawat ini dibuat dalam waktu 35-40 hari. Selain Fallah, proses pembuatan dikerjakan oleh tim mahasiswa UMY yang terdiri dari mahasiswa Teknik Mesin UMY, Syaif Ambiya; mahasiswa Farmasi UMY, Mentari dan Siti Siti Halimatussa'diyah; dan mahasiswa Manajemen UMU, Putri Hanifah Anggraeni.
UAV buatan tim mahasiswa UMY memiliki berat 4,7 kg dengan kemampuan mengangkat beban hingga 500-800 gram. Panjangnya 2 meter dan mampu terbang di ketinggian 350 meter dengan durasi satu jam.
“Endurance jelajahnya 28 km, yang ditempuh dengan waktu 28 menit. Dalam mengendalikan pesawat UAV, kami juga tetap memperhatikan regulasi yang dibuat oleh Aircraft Indonesia. Kami juga menggunakan material karbon keplar, ini merupakan material yang istimewa karena lebih ringan tetapi lebih kuat dari baja juga anti api,” ungkapnya.
Fallah dan timnya berencana menggandeng instansi yang membutuhkan unit pesawat UAV.
“Ini lho ada produk lokal jadi tidak perlu jauh-jauh pesan ke luar negeri. Dan saat ini kami juga sudah dilirik oleh salah satu instansi di Semarang, mereka memesan satu unit pesawat UAV buatan kami,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.