Prakiraan Cuaca DIY: Full Cerah Berawan Hari Ini
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca di seluruh wilayah DIY pada Rabu (13/9/2023) cerah berawan.
Aplikasi buatan mahasiswa UGM untuk mendeteksi dini stunting/Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah aplikasi untuk deteksi dini stunting. Aplikasi yang dinamai STUNTECH ini selain sebagai alat deteksi dini stunting juga memudahkan penggunaan dalam memantau perkembangan dan riwayat kesehatan anak.
STUNTECH dibuat oleh Putri Rahmadyani Condroasih (FKKMK), Roihatul Jannah (SV), M. Fahru Rozi (SV), Kevin Agusto Sastramiharja (SV), dan Nur Ismail Rizkyawan (FT) melalui Program Kreativitas Mahasiwa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UGM dan berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari Kemendibudristek.
Putri mengatakan gagasan awal pengembangan aplikasi STUNTECH bermula dari keprihatinan mereka akan tingginya prevalensi stunting di Tanah Air. Ditambah dengan beragam persoalan gizi pada anak lainnya yang dapat memberikan dampak signifikan dan serius terhadap kesehatan masyarakat
“Oleh sebab itu kami memandang perlunya pengembangan teknologi berupa aplikasi dan website yang menghimpun data pemeriksaan antropometri anak untuk deteksi dini stunting dan menyediakan all-in-one platform bagi penderita stunting yang aksesibel,” urainya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, belum lama ini.
Baca juga: Dua Cara Jogja Tekan Stunting, Gunakan Pendekatan Sensitif dan Spesifik
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa persoalan stunting perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, stunting pada anak dapat berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit pada anak hingga kematian. Melalui pengembangan STUNTECH diharapkan dapat memberikan laporan atau peringatan dini apabila terdapat indikasi stunting.
“Dengan STUNTECH bisa digunakan untuk memantau kondisi kesehatan anak sebagai usaha pencegahan stunting,”terangnya.
Roihatul Jannah menambahkan aplikasi yang mereka buat tidak hanya memberikan laporan atau peringatan dini apabila terdapat indikasi stunting. Namun, aplikasi ini juga dilengkapi oleh fitur-fitur seperti data riwayat kesehatan dan kondisi kesehatan anak, fitur edukasi berupa informasi mengenai stunting dan rekomendasi kandungan gizi pada makanan beserta pengingat makan. Selain itu juga maps yang menampilkan fasilitas kesehatan terdekat dan fitur konsultasi pengalaman antara pengguna dengan pengguna, dan pengguna dengan ahli gizi.
“Aplikasi STUNTECH saat ini sudah dapat diunduh melalui tautan https://bit.ly/STUNTECH,” ungkapnya.
Ia menjelaskan nantinya STUNTECH akan dikembangkan agar dapat terintegrasi dengan penyedia layanan kesehatan dan pemerintah. Hal tersebut ditujukan untuk mempermudah screening faktor risiko dan manajemen stunting.
Sementara itu, dr. Arta Farmawati, Ph.D., dosen pendamping tim pengembang STUNTECH menyampaikan bahwa aplikasi yang dikembangkan oleh mahasiswa UGM ini merupakan sebuah inovasi baru yang diharapkan dapat bermanfaat bagi orangtua dan tenaga kesehatan. Utamanya, untuk melakukan monitoring tumbuh kembang serta kesehatan anak sehingga meminimalisir faktor risiko stunting. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca di seluruh wilayah DIY pada Rabu (13/9/2023) cerah berawan.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.