Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, SOLO—Jika kamu sering parkir mobilmu di tempat panas sebaiknya perhatikan sejumlah tips aman berikut ini agar kendaraan roda empat awet dan terhindar dari risiko terbakar. Simak ulasannya di tips otomotif berikut ini.
BACA JUGA: Mobil Terbakar di Simpang Monjali, Begini Kronologinya
Sebagaimana diketahui belum lama ini beredar video yang memperlihatkan empat mobil terbakar saat tengah diparkir. Video ini pun viral. Sejumlah warganet menduga kebakaran itu dipicu oleh cuaca panas yang melanda Indonesia akhir-akhir ini. Namun ada pula yang menduga ada pemilik mobil menyimpan gas portabel atau bahan mudah meledak di kabin mobil.
Selain berisiko terbakar, memarkir mobil di tempat panas sebenarnya juga berisiko membuat sejumlah kerusakan di mobil. Salah satunya adalah membuat cat cepat pudar.
Nah bagi kamu yang sering parkir mobil di tempat panas, perhatikan tips berikut ini seperti dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (28/4/2023):
1. Tegakkan wiper di kaca mobil
Sebelum kamu meninggalkan tempat parkir, tegakkan saja wiper yang ada di mobilmu agar gak bersentuhan dengan kaca. Sebagai pemilik mobil, kamu pasti tahu kan kalau alat yang fungsinya mengelap kaca ini terbuat dari karet.
Dengan adanya pancaran sinar matahari, maka kaca depan mobilmu pun bakal memanas. Nah, suhu panas itu bisa membuat karet wiper jadi cepat getas. Oleh karena, usahakan agar wiper-nya gak menempel di kaca.
2. Jangan meninggalkan benda mudah meledak di mobil
Tips berikutnya yang perlu diperhatikan yaitu parkir mobil di bawah terik matahari tentu bakal membuat mobil tersebut layaknya sebuah microwave. Suhu di dalam mobil akan menjadi sangat panas. Bayangkan apa jadinya kalau ada benda yang mudah memercikkan api di dalam mobil? Apakah ada potensi mobil terbakar? Bisa saja hal itu terjadi. Kalaupun gak terbakar, interior mobilmu pasti jadi rusak karena benda yang meledak itu.
Benda-benda seperti apa sih yang mudah meledak? Pertama adalah powerbank yang memiliki baterai lithium ion. Dalam suhu tinggi, powerbank bisa saja meledak karena di dalam baterainya terdapat komponen yang mudah korslet. Yang kedua adalah minuman bersoda dalam kemasan kaleng. Minuman ini juga rawan meledak lantaran kaleng sudah memiliki tekanan tinggi dari gas di dalamnya.
Korek api api gas juga berpotensi meledak saat suhu di dalam mobil naik. Jangan sekali-kali meninggalkan barang ini di mobil ya. Di dalam korek api ada cairan yang mudah terbakar, jadi api dengan mudah menyala ketika terkena panas.
3. Turunkan kaca 0,5 cm sebelum meninggalkan mobil dari parkiran
Untuk mengurangi suhu panas di dalam mobil, tinggalkan saja mobilmu dengan menurunkan kaca 0,5 cm. Tapi ingat lho, cara ini hanya boleh dilakukan kalau mobilmu dilengkapi talang air.
Para ahli tidak menyarankan untuk melakukan hal ini jika mobilmu gak dilengkapi aksesori tersebut. Karena kaca mobilmu bakal kelihatan terbuka di parkiran. Hal itu jelas bisa mengundang tindak kejahatan.
4. Beli kaca film yang bisa menahan radiasi
Jika kamu malas ribet, tips berikutnya bagi kamu yang sering parkir mobil di tempat panas adalah belilah kaca film. Kaca film yang bagus tentu bisa jadi investasi buat mereka yang sering parkir mobil di bawah terik matahari. Tentu saja, kaca mobil yang bagus bisa menahan panas matahari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.