Sebelum Beli EV, Ketahui Dampak Cuaca Ekstrem pada Baterai
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Pesawat Supersonic Senyap (QueSST) X-59 pengembangan NASA dan Lockheed Martin./Lockheed Martin
Harianjogja.com, JOGJA—NASA dan Rocket Lab menjadwalkan ulang peluncuran dua CubeSats (roket pemantau badai), yang dilakukan Senin (8/5/2023).
BACA JUGA: Teleskop NASA Abadikan Galaksi-Galaksi Saling Berinteraksi
Awalnya, NASA menjadwalkan peluncuran pada Sabtu (6/5/2023), akan tetapi batal dan harus dijadwal ulangkarena kondisi cuaca di Selandia Baru yang tidak memungkinkan.
"NASA dan Rocket Lab sekarang menargetkan 9 p.m. EDT Sunday, 7 Mei, (1 malam Senin, 8 Mei, waktu standar Selandia Baru), untuk meluncurkan dua CubeSats melacak badai ke orbit," kata laman resmi NASA, Minggu (7/5/2023).
"Peluncuran kedua dari Rocket Lab akan membawa dua CubeSat tambahan, dengan waktu peluncuran yang tepat bergantung pada tanggal dan waktu peluncuran pertama," sambungnya.
Adapun tropics adalah rasi bintang dari empat kubus identik yang dirancang untuk mengamati siklon tropis dari orbit tanah rendah, membuat pengamatan lebih sering daripada satelit pelacakan cuaca saat ini. Nantinya tropics akan mengumpulkan data lebih sering dapat membantu para ilmuwan meningkatkan model peramalan cuaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
BMKG memprediksi pantai di Jogja cerah saat libur panjang 14 Mei 2026, sementara Kaliurang dan lereng Merapi berpotensi hujan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Kamis 14 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.
Prabowo Subianto menyoroti eksportir sawit dan batu bara yang menyimpan devisa hasil ekspor di luar negeri, bukan di Indonesia.