Astrid Dorong Solo Jadi Kota Wisata Sekaligus Pusat Pengetahuan
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
Tampilan produk layar OLED "Flex in and Out" yang menjadi inovasi terbaru dari Samsung Display. (ANTARA/HO/Samsung Display Global)
Harianjogja.com, JAKARTA—Samsung melalui unit divisinya Samsung Display memamerkan inovasi teranyar mereka. Produk baru tersebut dipamerkan di ajang SID Display Week yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat sepanjang 23-25 Mei 2023.
Salah satu inovasi yang mencuri sorotan ialah panel OLED "rollable flex" berukuran 12,4 inci.
Sesuai dengan namanya produk ini tentu bisa digulung, meski bukan yang pertama namun produk OLED "rollable" 12,4 inci itu membawa keunggulan berupa tampilan yang paling ringkas saat tergulung.
"Fitur terbaiknya memang kita bisa mengubah kesulitan untuk membawa layar yang berukuran besar menjadi bentuk yang ringkas dengan membuatnya tergulung," ujar Samsung Display dalam siaran persnya menjelaskan produk unik tersebut, Rabu.
Panel layar "rollable" itu dapat berubah dari ukuran 5 centimeter menjadi 25 centimeter dalam waktu yang terbilang singkat.
Skalabilitasnya lima kali lebih baik dibandingkan dengan layar dengan teknologi "slide" atau bisa digeser yang hanya bisa mencapai 3 kali lebih besar dari ukuran aslinya.
Lebih lanjut, Samsung mengungkap alasannya mengambil nama Rollable Flex untuk layar itu karena menggunakan sumbu berbentuk huruf "O" dan membuat layar tersebut dapat digulung seperti gulungan.
Tidak hanya mengenalkan layar yang dapat digulung, Samsung Display juga mengenalkan produk ponsel pintar konsep dengan panel OLED bernama "Flex In and Out".
Berbeda dengan yang ada di pasaran saat ini, panel layar Flex In and Out bisa ditekuk ke dua arah.
Terakhir, Samsung Display juga mengenalkan teknologi baru layar OLED yang disertai pembaca sidik jari untuk mengecek detak jantung, tekanan darah, hingga kadar stres.
Dengan menggunakan sensor bernama "Organic Photodiode" (OPD), layar tersebut dapat memberikan informasi kesehatan sederhana tersebut.
Bahkan Samsung mengklaim hasil tes tersebut lebih akurat dibanding perangkat wearable seperti jam tangan pintar.
"Sensor layar OLED ini bisa mengukur secara simultan data kesehatan melalui sentuhan jari yang berasal dari kedua tangan, dengan demikian informasi kesehatan yang diberikan lebih akurat dibanding dengan yang sudah ada di perangkat wearable," tutup Samsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wawali Solo Astrid Widayani mendorong Solo menjadi pusat pengetahuan dengan memanfaatkan sejarah, budaya, museum, kampus, dan ruang publik.
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Rumah warga kurang mampu di Sumberlawang Sragen ambruk. Nenek 75 tahun terluka dan rumahnya mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.