140.000 Gen Z Jerman Daftar Demo di 23 Kota, Ini Tuntutannya
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
Logo Samsung/Ist-Samsung
Harianjogja.com, JAKARTA—Samsung dikabarkan akan memulai proses produksi produk wearable baru, yang sebelumnya ramai diperbincangkan, Galaxy Ring pada bulan depan.
BACA JUGA: Samsung Percepat Pembuatan Chipset M2
Menurut laman GSMArena, Sabtu (29/7/2023), Samsung dikabarkan telah merampungkan pengembangan dari produk berbentuk cincin itu dan akan memulai produksi bulan depan.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu juga telah memiliki pemasok perangkat keras yang dibutuhkan untuk cincin Galaxy Ring sehingga perusahaan tersebut tinggal menentukan kapan proses produksi massal dapat dimulai.
Meskipun waktu produksi semakin dekat, Samsung baru akan merilis Galaxy Ring pada 2024 mendatang. Selain karena harus melewati sejumlah proses regulasi, produk tersebut juga perlu menjalani serangkaian proses sertifikasi untuk mendapatkan status sebagai perangkat medis.
Sebelumnya, perangkat wearable Samsung, Galaxy Watch, yang menawarkan fitur kemampuan deteksi ritme jantung juga telah melewati proses sertifikasi perangkat medis.
Proses sertifikasi tersebut dapat berlangsung selama beberapa bulan sehingga Galaxy Ring baru dapat diluncurkan ke pasaran pada tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).