Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Juli 2026 Turun, Antam Rp2,718 Juta
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
Sony Walkman generasi pertama - ist/Sony
Harianjogja.com, JAKARTA—Alat pemutar kaset untuk mendengarkan musik paling terkenal dan tertua dikeluarkan Sony dengan nama Sony Walkman pada 1979. Sony Walkman generasi pertama ini pun namanya kerap digunakan untuk menyebut semua pemutar kaset.
Perusahaan Sony sempat menjadi penguasa industri pemutar kaset di dunia, termasuk di Indonesia. Simak sejarah singkat bisnis Sony Walkman.
Sejarah Singkat Sony Walkman
Hadirnya radio transistor pada era 50an adalah pertama kalinya konsumen dapat menggenggam musik di tangan mereka. Barulah pada 1 Juli 1979, perusahaan asal Jepang, Sony, merilis Walkman.
Mengutip history.com, Masaru Ibuka, chairman Sony sekaligus pecinta musik, memiliki kebiasaan membawa radio pemutar kaset saat naik pesawat. Ide Walkman pun tercetus karena Ibuka ingin mendengarkan musik dengan alat yang lebih sederhana. Prototipe Walkman dibuat dari tape recorder portabel yang biasa digunakan jurnalis.
Walkman pada awalnya ditolak perusahaan. Mereka merasa tidak ada yang ingin membeli alat pemutar kaset pita tanpa fitur rekaman. Namun, Ibuka merespon: “Apakah menurut Anda alat pemutar musik yang bisa dibawa jalan-jalan bukan suatu ide yang baik?”
Setelah proses pengembangan empat bulan, Sony merilis walkman di Jepang dengan harga 30.000 yen (sekitar US$150 atau Rp95.000 pada 1979).
Awalan yang lesu, mereka hanya menjual 3.000 unit di bulan pertama. Kemudian, Sony melaksanakan strategi pemasaran unik: menawarkan pejalan kaki di Tokyo untuk menggunakan Walkman. Setelah itu, stok sebanyak 30.000 unit ludes sebelum Agustus 1979 berakhir.
BACA JUGA: Mengganggu, Kapanewon Pundong Tutup Paksa TPS Liar yang Terima Sampah dari Kota Jogja
Kembalinya Tren Pemutar Kaset
Sebelum nostalgia kaset pita muncul kembali, piringan hitam atau vinyl telah kembali meramaikan pasar pecinta musik. Harga pemutar kaset dan kaset pita yang jauh lebih murah dari piringan hitam menjadi salah satu daya tariknya untuk anak muda.
Dilansir dari CNET, bukti comeback kaset pita adalah dirilisnya ragam pemutar kaset portabel dalam pasaran. Menyesuaikan zaman, beberapa alat ini juga dilengkapi fitur Bluetooth dan port USB. Berikut rekomendasinya:
Gracioso Portable Cassette Player Recorder

Dibanderol dengan harga US$40, pemutar kaset mono ini memiliki onboard speaker, Bluetooth, USB-powered, serta fitur rekaman. Gracioso juga dapat digunakan sebagai radio AM/FM. Suara yang dikeluarkan pemutar kaset ini keras dan cenderung hangat. Pemutar kaset ini berukuran 6,5 x 4,1 x 2,1 inci.
Fiio CP13

Fiio CP13 tidak memiliki fitur yang begitu beragam, tetapi menggunakan baterai yang dapat diisi ulang (rechargeable battery). Ini membuatnya dijual pada harga US$109.
Ukurannya lebih kecil dari Gracioso, yaitu 4,7 x 3,5 x 1,3 inci. Hal ini membuat Fiio lebih portabel. Fiio menggunakan tombol volume fisik alih-alih berbentuk roda kecil seperti umumnya pada variasi Walkman konvensional.
Pemutar kaset ini memiliki rasio signal-to-noise sebesar 55 dB, dibandingkan CD yang besarnya 100 dB. Artinya, pengguna Fiio CP13 harus mendengarkan dua kali lipat volume pada musik digital untuk mendapat kualitas suara (noise) yang sama.
We Are Rewind We-001

Pemutar kaset masa kini terakhir adalah dari We Are Rewind. Dengan biaya paling mahal, US$159, We Are Rewind memamerkan fitur Bluetooth dan terbuat dari metal. Ukurannya paling besar, 5,5 x 3,5 x 1,3 inci. Walaupun Bluetooth meningkatkan kegunaannya, tetapi fisik yang mapan membuat pemutar kaset ini cukup berat dibawa.
Tidak jauh berbeda dari Fiio, rasio signal-to-noise pemutar kaset ini sebesar 50 dB. Suara yang dikeluarkan cenderung hangat.
Dari ketiga pemutar kaset di atas, salah satu kekurangan umum adalah tidak adanya noise reduction. Hal ini disebabkan oleh chipset untuk Dolby Digital noise reduction dalam pemutar kaset tidak lagi diproduksi.
Walaupun demikian, pengguna pemutar kaset cenderung lebih tertarik untuk mencari perasaan nostalgia memakai Sony Walkman. Justru, faktor wow musik yang terdapat dalam kaset pita tidak akan ditemukan dalam versi digitalnya. Pemutar kaset versi 2024 mendorong munculnya nostalgia tersebut dibarengi fitur-fitur yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian turun pada Rabu 29 Juli 2026. Emas Antam 1 gram kini dijual Rp2,718 juta, simak daftar harga lengkapnya.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.