Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Barisan kendaraan yang didominasi roda empat mengular di Pertigaan Kranggan, Bokoharjo atau di selatan Candi Prambanan, Sleman, Jumat (12/4/2024). Polda DIY memprediksi puncak arus kendaraan pada Minggu (14/4/2024).Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JAKARTA–Ada sejumlah penyebab penggunaan Bahan bakar Minyak (BBM) lebih boros pada kendaraan Anda. Apa saja? Berikut penjelasannya.
Pemilihan bahan bakar yang tidak tepat atau sesuai dengan aturan menjadi penyebab lain yang membuat kendaraan anda menjadi tidak efisien.
Banyak pemilik kendaraan yang asal dalam menentukan atau mengisi BBM ke dalam tangki kendaraan mereka yang justru menyebabkan kendaraan lebih cepat meminum BBM karena oktan yang tidak sesuai.
Pemilik kendaraan yang malas mengganti pelumas kendaraan akan mengalami dampak buruk dari berbagai sektor.
Salah satu dampak buruk itu adalah konsumsi bahan bakar yang semakin meningkat. Hal itu dikarenakan pelumas yang sudah terlalu lama itu tidak lagi melumasi mesin dengan baik.
Pemilik kendaraan yang tidak rutin dalam memelihara kendaraan mereka juga akan terganggu dalam urusan efisiensi BBM.
Pasalnya, setiap kendaraan yang melakukan servis rutin akan dilakukan berbagai pengecekan yang membuat kendaraan menjadi lebih sehat dan prima ketika digunakan kembali. Sehingga, konsumsi BBM juga akan lebih terjaga.
Penyebab borosnya konsumsi BBM pada sebuah kendaraan, biasanya disebabkan karena kurangnya tekanan angin pada ban kendaraan pemiliknya.
Ban yang kurang angin membuat kinerja mesin bertambah berat, sehingga pemakaian bahan bakar justru akan lebih banyak.
Urusan ban yang dianggap sepele dalam konsumsi bahan bakar, justru memberikan dampak yang buruk bagi efisiensi BBM untuk kendaraan.
Kendaraan yang memodifikasi pada sektor ban dapat mempengaruhi efisiensi BBM, seperti ban yang terlalu kecil maupun terlalu besar karena akan meningkatkan gesekan dengan aspal.
Konsumsi BBM yang tidak efisien juga dikarenakan pengendaraan yang kurang baik atau sering ugal-ugalan dan menekan gas terlalu agresif.
Kebiasaan mengemudi dengan sembarangan dan menghantam polisi tidur juga akan membuat konsumsi BBM menjadi lebih banyak. Hal itu dikarenakan mesin perlu kerja lebih keras untuk meredam getaran saat melewati polisi tidur dan jalan yang tidak rata.
Mobil yang berusia sangat tua menjadi penyebab mengapa konsumsi bensin lebih besar ketimbang dengan kendaraan yang berusia muda atau keluaran era modern saat ini.
Filter udara yang kotor dapat menyebabkan masalah pada konsumsi bahan bakar. Ketika sistem filter udara tersumbat oleh debu dan kotoran, aliran udara ke mesin akan menjadi terhambat.
Sehingga, mesin yang kekurangan udara bersih akan bekerja lebih keras untuk membakar bahan bakar dan pada akhirnya membuat konsumsi menjadi lebih boros.
Kebocoran pada knalpot bisa menjadi salah satu penyebab konsumsi bahan bakar yang meningkat. Akibat adanya kebocoran itu, mesin akan bekerja lebih keras untuk mencapai performa yang diinginkan.
Selain itu, kebocoran juga dapat mengganggu sensor oksigen yang bertugas untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin sehingga bahan bakar menjadi tidak efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.