Prabowo Bahas Kerja Sama PLTN dengan Rosatom Rusia
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Barisan kendaraan yang didominasi roda empat mengular di Pertigaan Kranggan, Bokoharjo atau di selatan Candi Prambanan, Sleman, Jumat (12/4/2024). Polda DIY memprediksi puncak arus kendaraan pada Minggu (14/4/2024).Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JAKARTA–Ada sejumlah penyebab penggunaan Bahan bakar Minyak (BBM) lebih boros pada kendaraan Anda. Apa saja? Berikut penjelasannya.
Pemilihan bahan bakar yang tidak tepat atau sesuai dengan aturan menjadi penyebab lain yang membuat kendaraan anda menjadi tidak efisien.
Banyak pemilik kendaraan yang asal dalam menentukan atau mengisi BBM ke dalam tangki kendaraan mereka yang justru menyebabkan kendaraan lebih cepat meminum BBM karena oktan yang tidak sesuai.
Pemilik kendaraan yang malas mengganti pelumas kendaraan akan mengalami dampak buruk dari berbagai sektor.
Salah satu dampak buruk itu adalah konsumsi bahan bakar yang semakin meningkat. Hal itu dikarenakan pelumas yang sudah terlalu lama itu tidak lagi melumasi mesin dengan baik.
Pemilik kendaraan yang tidak rutin dalam memelihara kendaraan mereka juga akan terganggu dalam urusan efisiensi BBM.
Pasalnya, setiap kendaraan yang melakukan servis rutin akan dilakukan berbagai pengecekan yang membuat kendaraan menjadi lebih sehat dan prima ketika digunakan kembali. Sehingga, konsumsi BBM juga akan lebih terjaga.
Penyebab borosnya konsumsi BBM pada sebuah kendaraan, biasanya disebabkan karena kurangnya tekanan angin pada ban kendaraan pemiliknya.
Ban yang kurang angin membuat kinerja mesin bertambah berat, sehingga pemakaian bahan bakar justru akan lebih banyak.
Urusan ban yang dianggap sepele dalam konsumsi bahan bakar, justru memberikan dampak yang buruk bagi efisiensi BBM untuk kendaraan.
Kendaraan yang memodifikasi pada sektor ban dapat mempengaruhi efisiensi BBM, seperti ban yang terlalu kecil maupun terlalu besar karena akan meningkatkan gesekan dengan aspal.
Konsumsi BBM yang tidak efisien juga dikarenakan pengendaraan yang kurang baik atau sering ugal-ugalan dan menekan gas terlalu agresif.
Kebiasaan mengemudi dengan sembarangan dan menghantam polisi tidur juga akan membuat konsumsi BBM menjadi lebih banyak. Hal itu dikarenakan mesin perlu kerja lebih keras untuk meredam getaran saat melewati polisi tidur dan jalan yang tidak rata.
Mobil yang berusia sangat tua menjadi penyebab mengapa konsumsi bensin lebih besar ketimbang dengan kendaraan yang berusia muda atau keluaran era modern saat ini.
Filter udara yang kotor dapat menyebabkan masalah pada konsumsi bahan bakar. Ketika sistem filter udara tersumbat oleh debu dan kotoran, aliran udara ke mesin akan menjadi terhambat.
Sehingga, mesin yang kekurangan udara bersih akan bekerja lebih keras untuk membakar bahan bakar dan pada akhirnya membuat konsumsi menjadi lebih boros.
Kebocoran pada knalpot bisa menjadi salah satu penyebab konsumsi bahan bakar yang meningkat. Akibat adanya kebocoran itu, mesin akan bekerja lebih keras untuk mencapai performa yang diinginkan.
Selain itu, kebocoran juga dapat mengganggu sensor oksigen yang bertugas untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin sehingga bahan bakar menjadi tidak efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.