Afgan Siapkan 30 Lagu di Konser Retrospektif Jakarta
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
CEO dan pendiri NVIDIA Jensen Huang di dalam ajang CES 2025 mengumumkan inovasi terbarunya./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan teknologi NVIDIA dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2025 mengenalkan superkomputer artificial intelligence (AI) untuk penggunaan pribadi yang compact atau dalam bentuk terkecil di dunia bernama proyek DIGITS.
Proyek DIGITS ini akan ditenagai oleh platform NVIDIA GB10 Grace Blackwell yang bisa digunakan pengguna khususnya peneliti AI, ilmuwan data, dan pelajar untuk bisa melakukan inovasi teknologi yang lebih optimal.
“AI akan menjadi arus utama dalam setiap aplikasi untuk setiap industri. Dengan Project DIGITS, Superchip Grace Blackwell hadir bagi jutaan pengembang,” kata pendiri dan CEO NVIDIA, Jensen Huang dikutip dari keterangan resminya, Selasa (7/1/2025).
Dengan DIGITS, pengguna dapat mengembangkan dan menjalankan inferensi pada model AI menggunakan sistem desktop mereka sendiri, lalu menyebarkan model tersebut dengan lancar pada infrastruktur cloud atau pusat data yang dipercepat.
GB10 Superchip menjadi sumber dari NVIDIA Grace Blackwell adalah sistem pada cip (SoC) yang berbasis pada arsitektur NVIDIA Grace Blackwell dan memberikan kinerja AI hingga 1 petaflop pada presisi FP4.
GB10 dilengkapi GPU NVIDIA Blackwell dengan inti CUDA generasi terbaru dan Inti Tensor generasi kelima, yang terhubung melalui interkoneksi chip-to-chip NVLink-C2C ke CPU NVIDIA Grace berkinerja tinggi, yang mencakup 20 inti hemat daya yang dibuat dengan arsitektur Arm.
MediaTek, yang unggul dalam desain SoC berbasis Arm, ikut sebagai kolaborator dalam desain GB10 milik NVIDIA. Perusahaan tersebut berkontribusi pada efisiensi daya, kinerja, dan konektivitas terbaik di kelasnya.
GB10 Superchip memungkinkan DIGITS menghadirkan kinerja yang kuat hanya dengan menggunakan stopkontak listrik standar. Setiap Proyek DIGITS juga dilengkapi memori terpadu dan koheren sebesar 128 GB dan penyimpanan NVMe hingga 4 TB.
Dengan superkomputer ini, pengembang dapat menjalankan model bahasa besar dengan parameter hingga 200 miliar untuk meningkatkan inovasi AI.
Selain itu, dengan menggunakan jaringan NVIDIA ConnectX, dua superkomputer AI Project DIGITS dapat dihubungkan untuk menjalankan model dengan parameter hingga 405 miliar.
Pengguna Project DIGITS dapat mengakses pustaka perangkat lunak NVIDIA AI yang luas untuk eksperimen dan pembuatan prototipe, termasuk perangkat pengembangan perangkat lunak, alat orkestrasi, kerangka kerja, dan model yang tersedia dalam katalog NVIDIA NGC dan di portal Pengembang NVIDIA.
Project DIGITS akan tersedia global pada Mei 2025 yang disediakan langsung oleh NVIDIA dan mitra utama dimulai dengan harga US$3.000 (sekitar Rp48 juta).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.