Jepang vs Brasil! Zion Suzuki Pede Hadapi Ujian Berat Piala Dunia
Jepang tanpa kalah di fase grup dan siap hadapi Brasil di 32 besar Piala Dunia 2026. Zion Suzuki tampil percaya diri.
Ilustrasi Media Sosial - Freepik
Harianjogaja.com, JAKARTA—Perusahaan teknologi Meta makin serius menangani konten SPAM di Facebook, dan cara terbaru yang digunakannya ialah dengan menindak akun yang mengakal-akali algoritma perusahaan.
Diumumkan secara resmi oleh Meta, Kamis (24/4/2025), perusahaan menyebutkan akan menindak akun yang mencoba mengakali algoritma dengan kiriman yang panjang dan banyak tagar.
Platform tersebut juga mengambil tindakan terhadap akun yang membuat kiriman dengan teks yang sama sekali tidak terkait dengan gambar.
Jika Meta menangkap akun kreator dengan kiriman jenis ini, maka perusahaan akan membatasi konten mereka hanya untuk pengikut, dan akun itu tidak akan lagi dibayar untuk kontennya tersebut.
Contohnya seperti unggahan dengan berisi gambar anjing namun disertai dengan deskripsi yang tidak sesuai yaitu 10 Fakta #PESAWAT TERBAIK.
Contoh lain termasuk kiriman panjang yang menggambarkan betapa hebatnya mobil, dengan beberapa tagar seperti "#VIRALCONTENT," "#LIKEFORLIKE," dan "#BOOST," yang tercantum di bagian bawah.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk ASN
"Konten spam dapat menghalangi kemampuan seseorang untuk pada akhirnya didengarkan suaranya, terlepas dari sudut pandangnya, itulah sebabnya kami menargetkan perilaku yang merupakan distribusi dan monetisasi gim," kata Meta.
Meta juga dapat membatasi jangkauan pengguna yang membuat ratusan akun untuk berbagi konten spam yang sama, dan akan membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk monetisasi.
Langkah tersebut diambil karena perusahaan menilai sebagian besar akun ini membuat kiriman spam untuk mendapatkan lebih banyak pengikut, meningkatkan jumlah penayangan, dan memperoleh keuntungan monetisasi yang tidak adil.
Selain itu, Meta akan mengurangi visibilitas komentar yang diidentifikasi sebagai keterlibatan palsu yang terkoordinasi.
Meta juga menguji fitur yang akan memungkinkan pengguna memberi tahu Facebook jika suatu komentar tidak berguna, dan menambahkan alat moderasi yang memungkinkan pemilik halaman mendeteksi dan secara otomatis menyembunyikan komentar dari pengguna yang tampaknya meniru orang lain.
Pembaruan ini hadir setelah beberapa minggu lalu Facebook meluncurkan fitur "new Friends Tab" di AS, memungkinkan pengguna menghilangkan rekomendasi algoritma dan menunjukkan konten hanya yang diunggah oleh temannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jepang tanpa kalah di fase grup dan siap hadapi Brasil di 32 besar Piala Dunia 2026. Zion Suzuki tampil percaya diri.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.