Timnas Indonesia Menang 2-0, John Herdman Bicara Pemain Diaspora
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Sejumlah warga menikmati panorama gugusan bintang di Nagari Sumpu, Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (13/8/2023) dini hari. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.
Harianjogja.com, JAKARTA—Hujan meteor Perseid kembali menghiasi langit Indonesia pada 12–13 Agustus 2025. Kapan waktu yang tepat menyaksikannya?
Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin, hujan meteor Perseid adalah fenomena tahunan ketika bumi berpapasan dengan sisa debu komet Swift-Tuttle.
BACA JUGA: Fenomena Langka! Ini Perkiraan Jadwal dan Cara Melihat Hujan Meteor Eta Aquarids
"Fenomena ini salah satu peristiwa astronomi tahunan yang banyak dinantikan para pengamat langit di seluruh dunia," katanya, Selasa (12/8/2025)
Thomad mengatakan fenomena ini sama sekali tidak berdampak buruk bagi bumi, sebab benda-benda kecil yang menjadi meteor tersebut akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan. "Sama sekali tidak berdampak bagi bumi," ujarnya.
Waktu Terbaik
Menurut dia, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Perseid menjelang fajar di arah timur laut. "Saksikan di langit timur laut menjelang fajar. Syaratnya cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan jauh dari polusi cahaya," kata Thomas.
Namun, ia mengingatkan karena malam 12-13 Agustus masih ada cahaya bulan pasca-purnama, jumlah meteor yang terlihat kemungkinan hanya belasan per jam.
Fenomena hujan meteor, ujarnya, tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik mengenai aktivitas benda langit.
BACA JUGA: Hujan Meteor Quadrantid Bakal Muncul Awal Januari, Catat Tanggalnya
"Hujan meteor adalah peristiwa tahunan dan ada beberapa kejadian. Itu sebagai edukasi bahwa bumi sewaktu-waktu melewati sisa debu komet," kata Thomas Djamaluddin.
Hujan meteor Perseid terjadi setiap tahun sekitar Agustus ketika bumi melewati jalur orbit komet Swift-Tuttle. Butiran debu berukuran kecil hingga sedang yang ditinggalkan komet ini dapat menimbulkan puluhan hingga ratusan meteor per jam pada kondisi ideal tanpa gangguan cahaya.
Selain Perseid, ada beberapa hujan meteor lain yang terjadi sepanjang tahun, seperti Quadrantid, Lyrid, Eta Aquarid, dan Geminid. Setiap hujan meteor memiliki intensitas dan karakteristik berbeda tergantung sumber komet atau asteroid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.
Tata Aeris resmi meluncur di India mulai Rp90 jutaan. Sedan penerus Tigor ini punya kamera 360 derajat, 6 airbag, layar 10,25 inci, dan mesin CNG.
Jadwal bola malam ini 26-27 September 2026 menghadirkan Inggris vs Spanyol, Republik Ceko vs Kroasia, perempat final Asian Games, dan Liga 2.
Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di SUGBK. Psywar media sosial dan rekam jejak pertemuan kedua tim ikut menjadi sorotan.
Ekspansi OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan perusahaan AI lain memperketat pasar kantor Singapura. Harga sewa diprediksi naik 10 persen.