Tinjau Sensus EkonomI, DPD RI Yashinta Soroti Pendapatan UMKM Turun
DPD RI menemukan penurunan pendapatan pelaku UMKM saat meninjau Sensus Ekonomi BPS di Kota Jogja dan mendorong kebijakan tepat sasaran.
Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Warga Amerika Serikat (AS) khawatir potensi melonjaknya pengangguran akibat perkembangan kecerdasan buatan alias AI yang cukup massif. Kekhawatiran itu terungkap dari jejak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos.
Meskipun saat ini belum banyak tanda-tanda mengenai peningkatan pengangguran massal, tingkat pengangguran AS hanya 4,2% pada bulan Juli, kecerdasan buatan telah menimbulkan kekhawatiran karena mengubah pekerjaan, industri, dan kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Komdigi Susun Peta Jalan Kecerdasan Buatan
Survei Reuters menyebut setidaknya sebanyak 71% responden khawatir bahwa AI akan "membuat terlalu banyak orang kehilangan pekerjaan secara permanen". Sementara itu, sekitar 77% responden bahkan mengatakan teknologi tersebut dapat digunakan untuk memicu kekacauan politik.
Warga Amerika juga khawatir tentang penggunaan aplikasi militer untuk AI. Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, sekitar 48% responden mengatakan pemerintah tidak boleh menggunakan AI untuk menentukan target serangan militer, dibandingkan dengan 24% yang mengatakan pemerintah harus mengizinkan penggunaan teknologi semacam itu.
Sebanyak 28% lainnya menyatakan tidak yakin. Adapun antusiasme publik terhadap AI telah mendorong investasi lebih lanjut di AS. Sejumlah perusahaan seperti Foxconn (2354.TW), dan SoftBank (9984.T), berencana membangun pabrik pusat data di Ohio.
BACA JUGA: Perlu Ada Batasan yang Jelas Antara Produk Manusia dan Kecerdasan Buatan
Dua pertiga responden dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos mengatakan mereka khawatir orang-orang akan meninggalkan hubungan dengan orang lain demi teman AI. Namun demikian, pendapat publik terpecah mengenai apakah teknologi AI akan meningkatkan pendidikan.
Sekitar 36% responden berpendapat teknologi ini akan membantu, sementara 40% tidak setuju dan sisanya tidak yakin. Survei Reuters/Ipsos mengumpulkan tanggapan daring dari 4.446 orang dewasa AS di seluruh negeri dan memiliki margin kesalahan sekitar 2 poin persentase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
DPD RI menemukan penurunan pendapatan pelaku UMKM saat meninjau Sensus Ekonomi BPS di Kota Jogja dan mendorong kebijakan tepat sasaran.
TikTok menutup kantor Nashville dan memangkas seluruh karyawan lokal sebagai bagian restrukturisasi global di tengah tekanan politik AS.
Unggahan misterius Bella Bonita viral dan memicu spekulasi soal rumah tangganya dengan Denny Caknan. Warganet pun terbelah.
MotoGP Inggris 2026 di Silverstone menjadi ujian penting bagi Marc Marquez dalam perburuan gelar dunia. Fabio Quartararo juga mengincar kebangkitan setelah kega
PSIM Jogja resmi merekrut striker Paraguay Mauro Caballero untuk Super League 2026/27. Ia diharapkan menjadi solusi produktivitas gol Laskar Mataram.
Kasus meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan usai 8 jam menunggu kamar RS viral. Cinta Laura soroti perlakuan terhadap pasien BPJS: martabat tak boleh bergantung pa