Fuso Hadirkan Bus LWB Baru untuk Tangkap Peluang Wisata Nasional
Fuso meluncurkan bus LWB 4,2 meter di GIIAS 2026 untuk memenuhi kebutuhan angkutan wisata seiring meningkatnya sektor pariwisata nasional.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) buka-bukaan mengenai kondisi industri komponen otomotif Tanah Air yang kini dilanda badai pemutusan hubungan kerja (PHK).
BACA JUGA: Diduga Terkait Royalti, Stasiun Balapan Solo Tak Lagi Putar Lagu Bengawan Solo
Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki mengonfirmasi bahwa terjadi PHK massal di beberapa perusahaan komponen otomotif, sejalan dengan lesunya penjualan kendaraan di pasar domestik.
"Benar, beberapa anggota GIAMM ada yang mengurangi jumlah karyawan karena penurunan domestik market," ujar Basuki kepada Bisnis, Selasa (26/8/2025).
Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi itu diperparah dengan banjir impor mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) secara utuh alias completely built up (CBU) yang kian menggerus penjualan komponen lokal.
"Sudah market turun, ditambah banyaknya CBU masuk, baik EV maupun truk. Artinya suplai anggota GIAMM ke pabrikan mobil semakin sedikit," jelasnya.
Mengacu data Gaikindo, sepanjang Januari-Juli 2025, total penjualan mobil wholesales sebanyak 435.390 unit, atau merosot 10,1% (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 484.250 unit.
Penjualan mobil secara ritel pun menyusut 10,8% menjadi 453.278 unit, dibandingkan pada 7 bulan pertama 2024 yang sebanyak 508.041 unit.
Di lain sisi, penjualan wholesales mobil listrik murni pada 7 bulan pertama 2025 tembus sebanyak 42.178 unit. Bahkan, angka itu nyaris melampaui capaian penjualan mobil listrik sepanjang 2024 di angka 43.188 unit.
Sementara itu, ada enam perusahaan yang terdaftar dalam program insentif impor mobil listrik, di antaranya yakni BYD, VinFast, Geely, XPeng, GWM, dan PT National Assemblers.
Kendati demikian, Basuki mengatakan, sejauh ini belum diketahui berapa jumlah karyawan perusahaan komponen yang terdampak PHK massal tersebut.
"Kalau data angka spesifik, anggota GIAMM tidak memberikan ke kami, informasi yang diterima bervariasi antara 3% sampai 23% [karyawan terdampak]," katanya.
Alhasil, GIAMM pun berharap bahwa pemerintah dapat memberikan insentif untuk menggenjot penjualan mobil domestik seperti saat pandemi Covid-19 silam.
Sebagai pengingat, pada awal 2022, pemerintah kembali memperpanjang kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebagai bagian dari stimulus pemulihan industri otomotif nasional. Terbukti, penjualan mobil pada 2022 tembus di atas 1 juta unit.
"Yang pasti harapan GIAMM, kalau bisa ada insentif yang bisa menaikkan pasar, seperti zaman Covid-19. Pemberian PPnBM-DTP untuk kendaraan yang punya TKDN di atas 60%, akan sangat membantu supplier otomotif dalam negeri," pungkas Basuki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Fuso meluncurkan bus LWB 4,2 meter di GIIAS 2026 untuk memenuhi kebutuhan angkutan wisata seiring meningkatnya sektor pariwisata nasional.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
KPK memeriksa mantan Kadinsos Jatim Alwi dan 26 saksi dalam pengembangan kasus dugaan korupsi bansos beras PKH periode 2020-2021.
Tiga gunung api, yakni Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru, erupsi pada Senin 7 September 2026 berdasarkan data Badan Geologi PVMBG.