Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Foto sekuen fase gerhana bulan total terlihat di Padang, Sumatra Barat, Rabu (31/1)./Antara- Iggoy el Fitra
Harianjogjacom, JAKARTA—Fenomena langka Harvest Blood Moon 2025 terjadi pada Minggu-Senin, 7–8 September 2025. Live streaming atau siarang langsung akan dilakukan kolaborasi bersama mitra internasional dari Pakistan, Malaysia, dan Mesir.
Rektor UMSU, Profesor Agussani mengatakan fenomena gerhana bulan total yang dikenal sebagai Harvest Blood Moon akan terlihat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Pakistan.
Dari Medan, Sumatera Utara, peristiwa ini diprediksi akan dimulai pada pukul 22.28 WIB, mencapai puncaknya pada 01.12 WIB, dan berakhir pada 03.55 WIB dini hari.
Kolaborasi internasional ini melibatkan beberapa institusi, antara lain Kainaat Studios Astronomy Pakistan, Persatuan Falak Syarie Negeri Malaka (PFSNM) Malaysia, Balai Cerap Ulul Albab Malaka Malaysia, National Research Institute of Astronomy and Geophysics (NRIAG) Mesir, serta UMSU melalui OIF, Prodi Ilmu Falak, dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Falak.
BACA JUGA: Cegah Banjir di Warungboto, Pemkot Jogja Pasang Pintu Air
Ia menyampaikan adanya kolaborasi siaran langsung melalui internet ini menjadi bukti komitmen UMSU dalam mengembangkan sains dan riset berbasis astronomi sekaligus memperkuat jejaring global.
“Fenomena Harvest Blood Moon 2025 bukan hanya peristiwa alam yang indah, tetapi juga momentum edukasi bagi masyarakat luas. Melalui kolaborasi dengan berbagai negara, UMSU ingin menunjukkan bahwa ilmu falak dapat menjadi ruang dialog akademik lintas bangsa, sekaligus memperkuat posisi UMSU sebagai kampus unggul dan berdampak di level internasional,” ujarnya.
Agussani menambahkan, keterlibatan UMSU dalam kegiatan ilmiah semacam ini sangat penting. “Kami bangga sivitas akademika UMSU bisa terlibat langsung dalam observasi dan publikasi fenomena langit berskala internasional. Hal ini sejalan dengan visi UMSU untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global,” katanya.
Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU, Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar-butar, menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari visi besar UMSU dalam membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan dan sains astronomi.
BACA JUGA: Kafe Unik di Jogja, Dongeng Kopi Jadi Edukasi Biji Kopi
“Kolaborasi internasional ini merupakan bentuk nyata dari komitmen OIF UMSU dalam mengembangkan pengamatan benda langit dan sains alam semesta. Kami percaya, ilmu falak tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendukung visi membangun peradaban bangsa. Inilah salah satu keunggulan UMSU yang terus kami dorong agar menjadi pusat rujukan ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Masyarakat dapat menyaksikan fenomena langka ini secara langsung melalui link livestreaming kanal resmi YouTube OIF UMSU, sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi publik dalam memahami kebesaran ciptaan Allah SWT melalui ilmu pengetahuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.