Asupan Zat Besi Anak Baru 65,8 Persen, Ini Dampaknya
Asupan zat besi anak Indonesia baru 65,8 persen dari AKG. Dokter RSCM mengingatkan dampaknya terhadap kognitif dan tumbuh kembang.
Foto sekuen fase gerhana bulan total terlihat di Padang, Sumatra Barat, Rabu (31/1)./Antara- Iggoy el Fitra
Harianjogjacom, JAKARTA—Fenomena langka Harvest Blood Moon 2025 terjadi pada Minggu-Senin, 7–8 September 2025. Live streaming atau siarang langsung akan dilakukan kolaborasi bersama mitra internasional dari Pakistan, Malaysia, dan Mesir.
Rektor UMSU, Profesor Agussani mengatakan fenomena gerhana bulan total yang dikenal sebagai Harvest Blood Moon akan terlihat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Pakistan.
Dari Medan, Sumatera Utara, peristiwa ini diprediksi akan dimulai pada pukul 22.28 WIB, mencapai puncaknya pada 01.12 WIB, dan berakhir pada 03.55 WIB dini hari.
Kolaborasi internasional ini melibatkan beberapa institusi, antara lain Kainaat Studios Astronomy Pakistan, Persatuan Falak Syarie Negeri Malaka (PFSNM) Malaysia, Balai Cerap Ulul Albab Malaka Malaysia, National Research Institute of Astronomy and Geophysics (NRIAG) Mesir, serta UMSU melalui OIF, Prodi Ilmu Falak, dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Falak.
BACA JUGA: Cegah Banjir di Warungboto, Pemkot Jogja Pasang Pintu Air
Ia menyampaikan adanya kolaborasi siaran langsung melalui internet ini menjadi bukti komitmen UMSU dalam mengembangkan sains dan riset berbasis astronomi sekaligus memperkuat jejaring global.
“Fenomena Harvest Blood Moon 2025 bukan hanya peristiwa alam yang indah, tetapi juga momentum edukasi bagi masyarakat luas. Melalui kolaborasi dengan berbagai negara, UMSU ingin menunjukkan bahwa ilmu falak dapat menjadi ruang dialog akademik lintas bangsa, sekaligus memperkuat posisi UMSU sebagai kampus unggul dan berdampak di level internasional,” ujarnya.
Agussani menambahkan, keterlibatan UMSU dalam kegiatan ilmiah semacam ini sangat penting. “Kami bangga sivitas akademika UMSU bisa terlibat langsung dalam observasi dan publikasi fenomena langit berskala internasional. Hal ini sejalan dengan visi UMSU untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global,” katanya.
Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU, Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar-butar, menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari visi besar UMSU dalam membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan dan sains astronomi.
BACA JUGA: Kafe Unik di Jogja, Dongeng Kopi Jadi Edukasi Biji Kopi
“Kolaborasi internasional ini merupakan bentuk nyata dari komitmen OIF UMSU dalam mengembangkan pengamatan benda langit dan sains alam semesta. Kami percaya, ilmu falak tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendukung visi membangun peradaban bangsa. Inilah salah satu keunggulan UMSU yang terus kami dorong agar menjadi pusat rujukan ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Masyarakat dapat menyaksikan fenomena langka ini secara langsung melalui link livestreaming kanal resmi YouTube OIF UMSU, sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi publik dalam memahami kebesaran ciptaan Allah SWT melalui ilmu pengetahuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Asupan zat besi anak Indonesia baru 65,8 persen dari AKG. Dokter RSCM mengingatkan dampaknya terhadap kognitif dan tumbuh kembang.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.