Demi Moore Sebut AI Tak Akan Pernah Gantikan Jiwa Seni
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Foto ilustrasi tsunami. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, JOGJA—Maraknya foto hasil kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka celah penipuan dan manipulasi visual. Mengenali detail anatomi, latar, hingga teks menjadi kunci membedakannya dari foto asli.
Mengutip dari Android Authority, berikut adalah sejumlah elemen kunci yang dapat membantu Anda mengidentifikasi foto buatan AI:
1. Anatomi Makhluk Hidup yang Tidak Wajar
Teknologi AI sering kali masih kesulitan menggambarkan anatomi manusia dan hewan secara sempurna. Cermati detail spesifik seperti jumlah jari yang berlebih, proporsi tubuh yang aneh, atau bagian tubuh yang tampak menyatu secara tidak wajar.
Di sisi lain, kulit manusia dalam gambar AI cenderung terlihat terlalu mulus, seolah melalui proses airbrush yang berlebihan, sehingga pori-pori, kerutan, atau ketidaksempurnaan alami lainnya hilang. Jika subjek foto terlihat "terlalu sempurna" atau justru mengalami distorsi anatomi, kemungkinan besar itu adalah hasil AI.
2. Inkonsistensi Detail dan Latar Belakang
Meski objek utama mungkin terlihat realistis berkat prompt yang detail, perhatikan objek di sekitarnya. AI kerap menghasilkan detail yang tidak konsisten, misalnya objek sampingan yang tampak kabur secara tidak logis, tekstur yang tidak sesuai, atau elemen latar belakang yang strukturnya kacau (seperti bentuk bangunan yang meliuk). Ketidakkonsistenan ini adalah petunjuk kuat adanya manipulasi AI.
3. Gunakan Fitur Pencarian Gambar Balik (Reverse Image Search)
Jika Anda menemukan gambar yang mencurigakan, manfaatkan fitur pencarian gambar balik seperti Google Lens. Saat ini, beberapa platform seperti Google dan OpenAI mulai menyematkan metadata atau watermark tersembunyi pada gambar hasil AI yang dapat terdeteksi melalui hasil pencarian.
Selain itu, cara ini membantu Anda melacak sumber asli gambar. Jika gambar tersebut hanya beredar di media sosial tanpa referensi dari sumber tepercaya (seperti situs berita resmi), Anda patut waspada.
4. Teks yang Kabur atau Tidak Kontekstual
Hingga saat ini, AI umumnya masih kesulitan menghasilkan teks yang jelas dan konsisten di dalam gambar. Perhatikan apakah huruf-huruf pada papan jalan atau poster terlihat kabur, tidak utuh, atau memiliki susunan kata yang tidak logis.
5. Zoom In: Periksa detail kecil seperti gigi, mata, atau bayangan yang tidak konsisten dengan cahaya.
6. Periksa juga konteksnya; AI mungkin berhasil menangkap suasana umum suatu lokasi, namun sering kali gagal mereproduksi detail kecil seperti tulisan pada papan nama atau simbol-simbol lokal dengan akurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.