AI Mengubah Kampus di Tiongkok, 12.200 Jurusan Ditutup
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Alibaba dan ByteDance resmi merilis AI pembuat gambar terbaru untuk menantang dominasi Google Nano Banana dalam persaingan teknologi visual global.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kompetisi tak lagi berfokus pada model bahasa besar (LLM), melainkan bergeser ke pengembangan kecerdasan visual berbasis AI yang semakin kompleks.
Mengutip laporan SCMP, Alibaba memperkenalkan Qwen-Image-2.0 melalui ekosistem Alibaba Cloud, sementara ByteDance merilis Seedream 5.0 dengan peningkatan pada kemampuan pemahaman konteks. Kedua model tersebut diklaim menghadirkan kualitas visual lebih tajam serta efisiensi dalam memproses instruksi pengguna yang detail.
Qwen-Image-2.0 dirancang mampu mengubah paragraf panjang menjadi slide presentasi profesional secara instan. Alibaba menyebut model ini menjawab persoalan klasik AI pembuat gambar, terutama kesalahan penulisan teks yang kerap muncul pada hasil visual. Seusai diperkenalkan melalui media sosial resmi perusahaan, model ini disebut mampu menangani prompt kompleks dan menjadi bagian penting dalam strategi ekspansi layanan digital Alibaba.
Di sisi lain, Seedream 5.0 milik ByteDance menonjolkan aspek reasoning atau logika dalam memahami konteks perintah pengguna. Model tersebut dinilai lebih adaptif terhadap instruksi bertingkat, termasuk kemampuan mentransfer gaya visual dari referensi tertentu ke gambar baru. Seusai diuji coba terbatas pada aplikasi CapCut, teknologi ini menunjukkan peningkatan detail visual melalui sistem pengayaan berbasis AI.
Meski demikian, Google Nano Banana Pro masih dipandang unggul dalam konsistensi detail dan stabilitas output. Dalam sejumlah pengujian independen, model besutan DeepMind itu disebut lebih andal ketika menangani komposisi kompleks dengan banyak elemen visual. Seusai dibandingkan dari sisi kecepatan generasi gambar, Google tetap menjadi pilihan utama dalam alur produksi profesional yang menuntut efisiensi tinggi.
Hingga kini, Alibaba dan ByteDance belum merilis laporan teknis komprehensif terkait benchmark resmi seperti FID maupun CLIP score. Perbandingan performa yang beredar masih mengandalkan uji komunitas dan demonstrasi publik. Publik kini menunggu data numerik resmi untuk memastikan siapa yang benar-benar memimpin revolusi AI pembuat gambar di pasar global.
Apakah Qwen-Image-2.0 dan Seedream 5.0 mampu menggeser dominasi Google Nano Banana? Bagaimana dampaknya bagi industri kreatif dan konten digital? Persaingan AI pembuat gambar ini diprediksi akan mempercepat inovasi sekaligus mengubah lanskap produksi visual di berbagai sektor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.