AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Ilustrasi deepfake - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman deepfake kian mengkhawatirkan. Dalam setahun terakhir, penipuan berbasis manipulasi wajah dan suara ini disebut merugikan korban hingga Rp18,4 triliun secara global.
Data perusahaan keamanan siber SkyShark mencatat total kerugian akibat kejahatan deepfake mencapai 930 juta euro atau sekitar Rp18,4 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan 2024 yang berada di kisaran Rp6 triliun.
Lonjakan hingga tiga kali lipat tersebut menunjukkan teknologi manipulasi video dan audio berbasis kecerdasan buatan makin sulit dideteksi dan semakin sering dimanfaatkan dalam skema penipuan digital.
Laporan Euronews yang dirilis Selasa (23/2/2026) mengungkap salah satu modus paling menguntungkan bagi pelaku adalah pencatutan identitas tokoh publik. Dengan menggabungkan audio dan video palsu berpresisi tinggi, pelaku membuat konten promosi investasi ilegal seolah-olah didukung pejabat negara.
Nama-nama seperti Karol Nawrocki dan Friedrich Merz disebut dicatut dalam video deepfake untuk meyakinkan calon korban. Skema ini menyasar masyarakat yang tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
Tidak hanya sektor finansial, teknologi deepfake juga merambah penipuan asmara (romance scam). Pelaku membangun kedekatan emosional melalui panggilan video palsu yang tampak meyakinkan, lalu meminta uang dengan dalih kebutuhan mendesak.
Salah satu kasus mencuat di Prancis ketika seorang wanita kehilangan Rp15,8 miliar setelah tertipu sosok yang menyerupai aktor Hollywood Brad Pitt. Kasus ini menjadi contoh bagaimana manipulasi visual dapat menghancurkan korban secara finansial dan psikologis.
Jaringan kejahatan siber tersebut diketahui beroperasi lintas negara. Para ahli mengidentifikasi basis operasi tersebar di wilayah Afrika Barat dan Asia Tenggara. Negara seperti Kamboja, Myanmar, dan Filipina disebut menjadi titik sentral pusat penipuan digital yang menyasar korban global.
Meski nilai kerugian investasi lebih besar secara nominal, pakar keamanan menilai dampak psikologis penipuan asmara jauh lebih destruktif. Korban sering mengalami trauma emosional mendalam seusai merasa dikhianati, yang efeknya dapat berlangsung lama.
Untuk menghindari jerat deepfake dan investasi bodong, masyarakat diimbau melakukan verifikasi ganda terhadap setiap konten mencurigakan di media sosial. Jika menemukan video yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, pastikan memeriksa kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah atau lembaga terkait sebelum mengambil keputusan finansial.
Maraknya penipuan deepfake ini menjadi peringatan serius bagi publik agar lebih waspada terhadap manipulasi digital yang semakin canggih dan sulit dibedakan dari konten asli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.