Konsultan Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun di Kasus Chromebook
Konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief divonis 4 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook.
Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital.
Perusahaan penyedia identitas digital VIDA mencatat lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat periode pencairan THR.
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan momentum tersebut sering dimanfaatkan pelaku karena aktivitas transaksi masyarakat meningkat.
“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis,” kata Niki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, pelaku memanfaatkan celah keamanan, rendahnya literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk menjalankan aksinya.
Dua Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai
Niki menyebut setidaknya ada dua modus penipuan digital yang sering muncul menjelang momen THR.
1. Phishing atau Smishing
Modus pertama adalah Phishing atau Smishing.
Metode ini dilakukan dengan mengirim pesan berisi tautan yang memancing korban untuk memasukkan data pribadi seperti:
Username
Password
Kode verifikasi atau One-Time Password (OTP)
Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi, misalnya perusahaan logistik atau menawarkan promo Ramadan palsu.
Modus ini juga berkembang melalui teknik Fake BTS, yang memungkinkan pesan penipuan terkirim secara massal dan terlihat seperti berasal dari institusi resmi.
2. Malware Berkedok Aplikasi
Modus kedua adalah Malware yang biasanya dikirim dalam bentuk file APK.
Pelaku akan mengirim dokumen yang tampak penting, misalnya:
Status pengiriman paket
Undangan pernikahan
Dokumen administrasi tertentu
Jika korban mengunduh file tersebut, aplikasi berbahaya dapat terpasang otomatis di perangkat dan memungkinkan pelaku memantau gawai dari jarak jauh.
Dalam kondisi tersebut, pelaku bisa mengakses berbagai informasi sensitif, termasuk password dan data pribadi yang tersimpan di perangkat.
Jangan Hanya Mengandalkan Password
Menurut Niki, kedua modus tersebut memiliki pola yang sama, yakni berupaya memperoleh akses terhadap kredensial pengguna.
Karena itu, hanya mengandalkan password tidak lagi cukup untuk melindungi keamanan digital.
Ia menekankan pentingnya melindungi dua aspek utama, yaitu:
Perangkat digital seperti ponsel, tablet, atau laptop
Identitas biometrik yang kini menjadi kunci akses ke berbagai layanan penting, termasuk layanan keuangan
VIDA juga mendorong kampanye literasi digital #JanganAsalKlik agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima pesan digital.
Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi agar terhindar dari penipuan digital menjelang pencairan THR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief divonis 4 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.