Media Vietnam Nilai John Herdman Masih Kalah dari STY dan Alfred Riedl
Media Vietnam menilai prestasi John Herdman bersama Timnas Indonesia masih berada di bawah Shin Tae-yong dan Alfred Riedl setelah Garuda gagal lolos fase grup A
Foto ilustrasi kopi hitam, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Konsumsi kopi dan teh berkafein dalam jumlah moderat dikaitkan dengan penurunan risiko demensia serta perlambatan penurunan fungsi kognitif. Temuan ini terungkap dalam studi besar yang melibatkan peneliti dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA tersebut menganalisis data lebih dari 131.000 peserta selama lebih dari empat dekade, yakni periode 1980 hingga 2023.
Data dihimpun dari dua studi longitudinal besar, yaitu Nurses' Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS), yang selama ini menjadi rujukan dalam riset kesehatan global.
Hasil analisis menunjukkan konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari atau satu hingga dua cangkir teh berkafein berkaitan dengan manfaat bagi kesehatan otak dalam jangka panjang.
Dari total peserta, tercatat sekitar 11.033 orang mengalami demensia selama periode pengamatan. Namun, kelompok yang rutin mengonsumsi kopi berkafein menunjukkan risiko demensia sekitar 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Selain itu, kelompok peminum kopi juga melaporkan tingkat penurunan kognitif subjektif yang lebih rendah. Hasil uji kognitif objektif turut menunjukkan performa yang relatif lebih baik pada kelompok ini.
Penulis utama studi, Daniel Wang, menekankan bahwa efek perlindungan tersebut tergolong moderat dan tidak berdiri sendiri sebagai satu-satunya faktor pencegahan.
Menurutnya, berbagai faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan tetap berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Secara biologis, manfaat kopi dan teh dikaitkan dengan kandungan senyawa aktif seperti kafein dan polifenol. Senyawa ini diketahui memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan.
Polifenol berperan dalam menangkal radikal bebas, sementara kafein berkontribusi terhadap peningkatan kewaspadaan serta fungsi memori dalam jangka pendek.
Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi moderat kopi dan teh dengan kesehatan otak.
Temuan ini memperkuat bukti bahwa kebiasaan sederhana dalam gaya hidup dapat berkontribusi terhadap kesehatan jangka panjang, termasuk dalam menurunkan risiko gangguan kognitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Media Vietnam menilai prestasi John Herdman bersama Timnas Indonesia masih berada di bawah Shin Tae-yong dan Alfred Riedl setelah Garuda gagal lolos fase grup A
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.