Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia Naik, Elkan Baggott Tertinggi
Nilai pasar sejumlah pemain Timnas Indonesia meningkat setelah FIFA ASEAN Cup 2026. Elkan Baggott, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On masuk daftar.
Honda Civid Turbo./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Kinerja Honda tengah berada di bawah tekanan berat setelah proyek mobil listriknya mengalami kegagalan besar. Dampaknya tidak main-main: potensi kerugian tahunan pertama dalam puluhan tahun.
Reuters menyebut, produsen otomotif asal Jepang tersebut harus menanggung penurunan nilai aset (impairment) hingga 2,5 triliun yen atau sekitar Rp266 triliun. Beban ini muncul setelah sejumlah proyek kendaraan listrik (EV) yang sebelumnya digadang-gadang justru dibatalkan menjelang peluncuran.
Langkah agresif dalam mengembangkan mobil listrik dinilai tidak diimbangi kesiapan strategi. Ketika kompetitor seperti Tesla dan BYD sudah melaju cepat, Honda justru tertinggal dan akhirnya melakukan koreksi besar-besaran terhadap rencana bisnisnya.
CEO Toshihiro Mibe sebelumnya menargetkan kontribusi penjualan EV mencapai 40 persen pada 2030, namun target itu kini dipangkas menjadi 20 persen. Bahkan, beberapa model yang sudah dinanti pasar seperti seri 0 EV dan Acura RSX listrik untuk pasar Amerika Serikat dilaporkan dibatalkan.
Tekanan tidak hanya datang dari sektor kendaraan listrik. Penjualan mobil berbahan bakar bensin (ICE) juga mengalami perlambatan. Dalam empat kuartal terakhir, divisi otomotif Honda terus mencatat kinerja negatif. Di pasar Amerika Serikat, pertumbuhan penjualan hanya naik tipis sekitar 0,5 persen.
Di Indonesia, penurunan lebih terasa. Penjualan Honda dilaporkan turun signifikan hingga 35 persen. Pada kuartal pertama 2026, penjualan hanya mencapai sekitar 13.530 unit, jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang menembus lebih dari 22.000 unit.
Sementara itu, tekanan paling besar terjadi di pasar China. Penjualan Honda di negara tersebut terus merosot selama dua tahun terakhir. Konsumen mulai beralih ke kendaraan listrik pintar produksi lokal, membuat posisi Honda semakin terdesak.
Akibat kondisi ini, perusahaan mulai mengurangi kapasitas produksi, termasuk rencana penutupan beberapa pabrik di China. Kapasitas produksi kendaraan berbahan bakar bensin bahkan dipangkas hingga setengahnya.
Di sisi lain, proyek ambisius kerja sama dengan Sony melalui Sony Honda Mobility juga ikut terdampak. Pengembangan mobil listrik Afeela dilaporkan dihentikan, dan pesanan konsumen mulai dikembalikan.
Di tengah tren kendaraan ramah lingkungan, Honda juga dinilai tertinggal dalam segmen hybrid. Pilihan produk yang terbatas membuat mereka kalah bersaing dengan produsen lain yang sudah lebih dulu menguasai pasar ini.
Dengan tekanan dari berbagai lini, Honda kini dihadapkan pada tantangan besar untuk merumuskan ulang strategi bisnisnya di era elektrifikasi. Bagi konsumen, kondisi ini menjadi sinyal penting untuk lebih cermat mempertimbangkan pilihan sebelum membeli kendaraan baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nilai pasar sejumlah pemain Timnas Indonesia meningkat setelah FIFA ASEAN Cup 2026. Elkan Baggott, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On masuk daftar.
DLH Bantul menyebut limbah PT IBD di Pantai Cangkring belum memenuhi baku mutu dan IPAL perusahaan belum berfungsi optimal
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.
SMK-SMTI Yogyakarta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi 12 perusahaan dan sistem pembelajaran ganda untuk mencapai keterserapan
WhatsApp menguji fitur jadwal pesan di Android beta. Pengguna bisa mengatur pengiriman otomatis 10 menit hingga dua minggu ke depan.
Benarkah baterai mobil listrik hanya bertahan 10 tahun? Simak hasil riset, faktor yang memengaruhi daya tahan, cara merawat, dan hal penting soal garansi.