Kisah Denver Si Selebdog, Foto Bareng Rp25.000 untuk Bantu Anjing Telantar
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Mobil listrik Xiaomi. (ANTARA/ mi.com)
Harianjogja.com, JAKARTA — Persaingan industri otomotif di Indonesia semakin memanas seiring masuknya berbagai merek asal China yang mulai mengusik dominasi produsen Jepang. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menilai pergeseran kekuatan pasar sudah mulai terlihat, terutama di segmen kendaraan listrik dan kelas menengah.
Menurut Yannes, produsen Jepang memang masih memegang kendali kuat di segmen kendaraan konvensional seperti SUV entry level, MPV murah, serta kategori Low Cost Green Car (LCGC). Namun, dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan, posisi tersebut diprediksi tetap bertahan meski tekanan dari merek China terus meningkat.
Di sisi lain, perubahan signifikan justru terjadi pada segmen strategis seperti kendaraan listrik (electric vehicle/EV), SUV menengah, hingga hatchback. Merek-merek China dinilai lebih agresif menghadirkan produk dengan teknologi modern dan harga kompetitif, sehingga mampu menarik perhatian konsumen Indonesia.
Salah satu faktor utama yang mendorong tren ini adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut membuat kendaraan listrik semakin diminati karena dinilai lebih hemat dalam biaya operasional, khususnya di kota-kota besar.
“Ketika biaya BBM meningkat, kendaraan listrik menjadi alternatif yang lebih ekonomis. Ini mempercepat adopsi EV, terutama produk dari China yang menawarkan harga lebih terjangkau,” jelas Yannes.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan terkait persepsi konsumen terhadap mobil China. Beberapa kekhawatiran yang masih muncul antara lain nilai jual kembali, daya tahan kendaraan dalam jangka panjang, serta ketersediaan suku cadang.
Namun, kondisi tersebut perlahan mulai berubah. Sejumlah produsen China kini meningkatkan layanan purnajual, memperluas jaringan servis, serta melakukan perakitan lokal untuk memperkuat kepercayaan pasar.
Di sisi industri, kehadiran merek China membawa dampak yang tidak sepenuhnya positif. Investasi melalui pembangunan pabrik completely knocked down (CKD) memang membuka lapangan kerja baru dan mendorong transfer teknologi.
Akan tetapi, Yannes menilai banyak pemasok komponen lokal justru menghadapi tekanan. Hal ini disebabkan produsen China cenderung membawa rantai pasok mereka sendiri, sehingga keterlibatan industri lokal masih terbatas.
Selain itu, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai belum sepenuhnya efektif dalam mendorong penguasaan teknologi inti. Implementasi yang masih bersifat administratif membuat industri otomotif nasional belum sepenuhnya mandiri.
Dengan dinamika tersebut, pasar otomotif Indonesia diperkirakan akan semakin kompetitif. Konsumen diuntungkan dengan lebih banyak pilihan, sementara produsen dituntut berinovasi untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah perubahan tren global menuju elektrifikasi kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.