Uji 5G XLSMART di Kereta Jogja-Solo, Konektivitas Jadi Sorotan
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Ka'bah.ist/kemenag
Harianjogja.com, MEKKAH — Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan terobosan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, kini diperkenalkan sistem sensor pintar berbasis teknologi yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk mengatur pergerakan jamaah secara real-time di kawasan Mina.
Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pengelolaan jutaan jamaah selama musim Haji 1447 Hijriah atau 2026. Dengan teknologi ini, otoritas dapat memantau arus pergerakan jamaah secara langsung, sehingga potensi penumpukan dan risiko kecelakaan akibat kepadatan bisa diminimalkan.
Sistem sensor pintar yang dipasang di berbagai titik di Mina bekerja dengan membaca data dari kartu Nusuk yang wajib dimiliki setiap jamaah. Kartu ini tersedia dalam bentuk fisik maupun digital dan berfungsi sebagai identitas resmi sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Dengan integrasi ke platform perizinan terpadu, kartu Nusuk memungkinkan proses verifikasi identitas berlangsung lebih cepat dan akurat. Hal ini tidak hanya memperlancar mobilitas jamaah, tetapi juga membantu petugas dalam mengelola distribusi jemaah ke tenda, transportasi, hingga lokasi ibadah utama.
Data terbaru menunjukkan pada musim haji sebelumnya, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jamaah, serta sekitar 90.000 kartu untuk petugas haji. Untuk musim 2026, jumlah tersebut diperkirakan meningkat seiring kuota jamaah yang kembali normal pascapandemi.
Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga berperan penting dalam aspek keselamatan. Dengan identifikasi digital yang akurat, risiko jamaah tersesat dapat ditekan secara signifikan. Petugas juga dapat dengan cepat menemukan dan membantu jamaah yang membutuhkan bantuan.
Sebagai bagian dari penerapan sistem ini, pemerintah Saudi kini mewajibkan setiap jamaah membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk sejak sebelum keberangkatan dari negara asal. Tanpa kartu tersebut, jamaah tidak dapat mengakses kawasan suci di Mekkah maupun area penting lainnya seperti Al-Rawdah Al-Sharifah.
Langkah digitalisasi ini dinilai sebagai bagian dari transformasi besar pelayanan haji berbasis teknologi yang tengah dikembangkan Arab Saudi. Dengan dukungan sistem pintar dan data real-time, pengambilan keputusan selama operasional haji dapat dilakukan lebih cepat dan presisi.
Inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah dunia, termasuk dari Indonesia, agar ibadah haji dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis pagi. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
APPDI mengingatkan perusahaan agar menyesuaikan perjanjian transfer data lintas negara dengan UU PDP dan konteks pemrosesan data.
Cristiano Ronaldo mengungguli Lionel Messi dalam voting BOAT. Prestasi Ronaldo bersama Manchester United pada musim 2007/08 menempati posisi pertama.
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat, petir di sejumlah kota, serta gelombang laut setinggi 2,5 meter.
Harga emas Pegadaian Kamis 29 Oktober 2026, Antam 1 gram Rp2.609.000, Galeri 24 Rp2.499.000, dan UBS Rp2.524.000.