Festival Mencekam di Toledo, Penembakan Tambah Deret Kasus AS
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.
Foto ilustrasi bermain game. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Aktivitas bermain game kerap dipandang sebelah mata dan dianggap hanya membuang waktu. Namun di balik stigma tersebut, berbagai penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa game justru bisa menjadi sarana efektif untuk melatih kemampuan otak jika dimainkan secara bijak dan terkontrol.
Perkembangan platform digital, termasuk layanan seperti GoPay melalui fitur GoPay Games, juga membuat akses terhadap berbagai jenis permainan semakin mudah. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan game tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pengembangan kemampuan kognitif.
Disadur dari Espos.id, berikut sejumlah manfaat bermain game bagi otak:
1. Mengasah Kemampuan Berpikir Strategis
Banyak game, terutama yang berbasis strategi, menuntut pemain untuk merencanakan langkah secara matang. Setiap keputusan memiliki konsekuensi, sehingga pemain dilatih untuk menganalisis situasi, memperkirakan risiko, dan menentukan strategi terbaik.
Kemampuan ini tidak hanya berguna dalam permainan, tetapi juga relevan dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat mengambil keputusan penting atau menyusun rencana jangka panjang.
2. Melatih Kecepatan Pengambilan Keputusan
Game dengan tempo cepat menuntut respons instan dari pemain. Kondisi ini melatih otak untuk memproses informasi secara efisien dalam waktu singkat.
Seiring waktu, kemampuan ini dapat meningkatkan refleks berpikir dan membantu seseorang lebih sigap dalam menghadapi situasi mendesak di dunia nyata.
3. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Saat bermain game, pemain dituntut untuk fokus pada berbagai aspek sekaligus, mulai dari pergerakan lawan hingga target yang harus dicapai.
Latihan ini membantu meningkatkan daya konsentrasi dan membuat otak terbiasa untuk tidak mudah terdistraksi. Dampaknya bisa dirasakan dalam aktivitas lain seperti belajar atau bekerja.
4. Mengasah Kemampuan Problem Solving
Setiap game pada dasarnya menghadirkan tantangan yang harus diselesaikan. Dalam prosesnya, pemain dituntut berpikir kritis dan kreatif untuk menemukan solusi terbaik.
Kemampuan problem solving yang terlatih ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi situasi kompleks yang membutuhkan solusi cepat dan tepat.
Meski memiliki banyak manfaat, bermain game tetap perlu dilakukan dengan bijak. Pengaturan waktu yang seimbang dan pemilihan jenis permainan yang tepat menjadi kunci agar aktivitas ini tidak mengganggu tanggung jawab utama.
Dengan pendekatan yang tepat, game tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana efektif untuk melatih kemampuan berpikir dan meningkatkan kualitas kognitif secara tidak langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.
Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal resmi dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Simak profil dan rek
Pemerintah Inggris memberi ultimatum kepada Apple dan Google untuk memblokir konten telanjang pada perangkat anak-anak. Perusahaan diberi waktu tiga bulan.
KAI menyiapkan 1,17 juta kursi selama libur sekolah 2026. Program diskon tiket kereta ekonomi 30% telah mendorong penjualan lebih dari 86 ribu tiket.
Kebocoran amonia di sebuah pabrik di Kalasan mencemari saluran irigasi dengan kadar di atas baku mutu. Ikan, katak, dan kepiting sawah dilaporkan mati.
PBSI menarik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari Australia Open 2026. Alasan resmi masih menunggu penjelasan pelatih.