514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Tanpa disadari, ponsel yang digunakan setiap hari bisa menjadi “sarang kuman” berbahaya. Kebiasaan membawa dan meletakkan ponsel di berbagai tempat membuat perangkat ini rentan terkontaminasi bakteri, bahkan berisiko memicu infeksi kesehatan.
Ahli gastroenterologi dari CMRI Kolkata, Dr. Saswata Chatterjee, mengungkapkan bahwa ponsel terus-menerus mengumpulkan kuman karena selalu berpindah dari tangan ke berbagai permukaan yang belum tentu bersih.
“Layar ponsel bahkan bisa mengandung lebih banyak bakteri dibanding meja dapur, dudukan toilet, atau gagang pintu umum,” ujarnya, dikutip dari laporan Antara.
Ponsel Lebih Kotor dari Toilet?
Fakta ini mengejutkan, namun masuk akal. Ponsel bersentuhan langsung dengan tangan, wajah, tas, hingga meja umum. Sayangnya, banyak orang tidak memiliki kebiasaan membersihkan ponsel secara rutin, berbeda dengan kebiasaan mencuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum.
Akibatnya, bakteri dan mikroorganisme berbahaya bisa dengan mudah berpindah ke tubuh—terutama saat ponsel digunakan ketika makan atau saat menyentuh wajah.
Risiko Infeksi yang Mengintai
Paparan kuman dari ponsel bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Bakteri yang menumpuk bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama gangguan pencernaan seperti:
Keracunan makanan
Diare
Mual dan muntah
Infeksi usus
“Flu perut”
Kondisi ini bisa terjadi ketika bakteri dari tangan atau layar ponsel masuk ke tubuh melalui makanan atau kontak langsung dengan wajah.
Risiko Meningkat Saat Cuaca Lembap
Kondisi lingkungan juga berpengaruh. Dalam cuaca panas dan lembap—seperti saat musim hujan atau kemarau basah di Indonesia—bakteri berkembang lebih cepat. Hal ini membuat ponsel menjadi media penyebaran kuman yang lebih aktif.
Artinya, tanpa disadari, ponsel bisa menjadi sumber penularan penyakit sehari-hari jika tidak dibersihkan dengan benar.
Cara Aman Membersihkan Ponsel
Untuk mengurangi risiko tersebut, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif:
Bersihkan ponsel secara rutin menggunakan tisu disinfektan berbahan alkohol
Gunakan cairan pembersih khusus perangkat elektronik
Hindari menggunakan ponsel saat makan
Cuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum sebelum memegang ponsel
Bersihkan casing ponsel secara berkala
Langkah kecil ini dapat membantu menekan penyebaran bakteri secara signifikan.
Jangan Anggap Sepele
Meski terlihat sepele, kebersihan ponsel memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Dengan penggunaan yang hampir tanpa henti setiap hari, menjaga kebersihan perangkat ini sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Gojek mulai menerapkan biaya pembatalan GoCar Rp3.000 di sejumlah kota. Simak syarat, mekanisme, dan ketentuan lengkapnya.
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.