Festival Mencekam di Toledo, Penembakan Tambah Deret Kasus AS
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Tanpa disadari, ponsel yang digunakan setiap hari bisa menjadi “sarang kuman” berbahaya. Kebiasaan membawa dan meletakkan ponsel di berbagai tempat membuat perangkat ini rentan terkontaminasi bakteri, bahkan berisiko memicu infeksi kesehatan.
Ahli gastroenterologi dari CMRI Kolkata, Dr. Saswata Chatterjee, mengungkapkan bahwa ponsel terus-menerus mengumpulkan kuman karena selalu berpindah dari tangan ke berbagai permukaan yang belum tentu bersih.
“Layar ponsel bahkan bisa mengandung lebih banyak bakteri dibanding meja dapur, dudukan toilet, atau gagang pintu umum,” ujarnya, dikutip dari laporan Antara.
Ponsel Lebih Kotor dari Toilet?
Fakta ini mengejutkan, namun masuk akal. Ponsel bersentuhan langsung dengan tangan, wajah, tas, hingga meja umum. Sayangnya, banyak orang tidak memiliki kebiasaan membersihkan ponsel secara rutin, berbeda dengan kebiasaan mencuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum.
Akibatnya, bakteri dan mikroorganisme berbahaya bisa dengan mudah berpindah ke tubuh—terutama saat ponsel digunakan ketika makan atau saat menyentuh wajah.
Risiko Infeksi yang Mengintai
Paparan kuman dari ponsel bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Bakteri yang menumpuk bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama gangguan pencernaan seperti:
Keracunan makanan
Diare
Mual dan muntah
Infeksi usus
“Flu perut”
Kondisi ini bisa terjadi ketika bakteri dari tangan atau layar ponsel masuk ke tubuh melalui makanan atau kontak langsung dengan wajah.
Risiko Meningkat Saat Cuaca Lembap
Kondisi lingkungan juga berpengaruh. Dalam cuaca panas dan lembap—seperti saat musim hujan atau kemarau basah di Indonesia—bakteri berkembang lebih cepat. Hal ini membuat ponsel menjadi media penyebaran kuman yang lebih aktif.
Artinya, tanpa disadari, ponsel bisa menjadi sumber penularan penyakit sehari-hari jika tidak dibersihkan dengan benar.
Cara Aman Membersihkan Ponsel
Untuk mengurangi risiko tersebut, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif:
Bersihkan ponsel secara rutin menggunakan tisu disinfektan berbahan alkohol
Gunakan cairan pembersih khusus perangkat elektronik
Hindari menggunakan ponsel saat makan
Cuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum sebelum memegang ponsel
Bersihkan casing ponsel secara berkala
Langkah kecil ini dapat membantu menekan penyebaran bakteri secara signifikan.
Jangan Anggap Sepele
Meski terlihat sepele, kebersihan ponsel memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Dengan penggunaan yang hampir tanpa henti setiap hari, menjaga kebersihan perangkat ini sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penembakan dekat festival di Toledo melukai warga. Sepanjang 2026, kasus serupa di AS sudah ratusan dengan ratusan korban.
Pemerintah Inggris memberi ultimatum kepada Apple dan Google untuk memblokir konten telanjang pada perangkat anak-anak. Perusahaan diberi waktu tiga bulan.
KAI menyiapkan 1,17 juta kursi selama libur sekolah 2026. Program diskon tiket kereta ekonomi 30% telah mendorong penjualan lebih dari 86 ribu tiket.
Kebocoran amonia di sebuah pabrik di Kalasan mencemari saluran irigasi dengan kadar di atas baku mutu. Ikan, katak, dan kepiting sawah dilaporkan mati.
PBSI menarik Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari Australia Open 2026. Alasan resmi masih menunggu penjelasan pelatih.
Saham produsen chip AI di AS anjlok tajam hingga menghapus nilai pasar US$1,3 triliun. Nvidia, AMD, Micron, dan Broadcom menjadi yang paling terdampak.