Marc Marquez Tak Mau Terlena Usai Menang Sprint Mandalika
Marc Marquez fokus menghadapi balapan utama MotoGP Indonesia 2026 setelah menjuarai sprint race di Sirkuit Mandalika.
Ilustrasi penipuan./Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital bermodus missed call internasional yang dikenal dengan istilah Wangiri Fraud. Modus ini memanfaatkan rasa penasaran korban agar menelepon balik nomor asing yang ternyata terhubung ke layanan berbiaya mahal.
Praktik penipuan tersebut kembali ramai dilaporkan dan berpotensi membuat pulsa prabayar cepat habis atau tagihan telepon pascabayar membengkak tanpa disadari korban.
Istilah Wangiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “satu dering lalu putus”. Pelaku biasanya melakukan panggilan singkat ke ribuan nomor menggunakan sistem otomatis atau auto-dialer.
Korban hanya menerima missed call dari nomor internasional asing, kemudian terdorong untuk menelepon balik karena penasaran.
Nomor yang digunakan umumnya berasal dari luar negeri dengan kode negara tidak familiar, termasuk beberapa wilayah di Afrika, Eropa Timur, maupun pulau terpencil.
Begitu korban menelepon balik, sambungan akan diarahkan ke premium rate service atau layanan telepon bertarif tinggi. Biaya panggilan terus berjalan selama sambungan aktif.
Dalam banyak kasus, korban dibuat menunggu melalui rekaman suara, nada tunggu, atau musik agar durasi panggilan semakin lama dan biaya semakin besar.
Laporan dari Global Telco Consult menyebut pelaku memperoleh keuntungan dari sistem bagi hasil atau komisi layanan premium tersebut.
Korban biasanya baru menyadari setelah pulsa habis drastis atau tagihan telepon meningkat tajam.
Untuk menghindari jebakan Wangiri Fraud, masyarakat disarankan tidak sembarangan menelepon balik nomor asing yang tidak dikenal, terutama dengan kode internasional mencurigakan.
Jika memang panggilan tersebut penting, biasanya penelepon akan kembali menghubungi atau meninggalkan pesan resmi.
Pengguna ponsel juga dianjurkan segera memblokir nomor mencurigakan dan melaporkannya kepada operator seluler.
Selain itu, penggunaan aplikasi komunikasi berbasis internet seperti WhatsApp atau Telegram dinilai lebih aman untuk berkomunikasi dengan kontak luar negeri yang dikenal.
Masyarakat juga bisa mengecek nomor asing melalui mesin pencari internet karena biasanya sudah terdapat laporan dari korban lain.
Kewaspadaan menjadi kunci utama agar tidak terjebak modus penipuan digital yang memanfaatkan rasa penasaran pengguna telepon seluler.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez fokus menghadapi balapan utama MotoGP Indonesia 2026 setelah menjuarai sprint race di Sirkuit Mandalika.
Sebanyak 391 calon jemaah haji Gunungkidul masuk daftar pelunasan 2027. Biaya per orang Rp23,24 juta, masih menunggu aturan pusat.
Pertamina mengembangkan bahan bakar pesawat dari minyak jelantah melalui proyek biorefinery Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada 2029.
PSS Sleman memburu tiga poin perdana saat menjamu PSM Makassar. Dominikus Dion mengungkap persiapan fisik, taktik, dan mental tim.
Eks Lurah Garongan Ngadiman menggugat Bupati Kulonprogo ke PTUN Yogyakarta terkait penonaktifan setelah ditetapkan sebagai tersangka pungli.
Pendidikan karakter melalui Komunikasi Hati diperkenalkan kepada siswa SMKN 1 Ngawen, Gunungkidul, untuk memperkuat integritas dan empati.