Google Health 5.0 Resmi Dirilis: Antarmuka Modern

Jumali
Jumali Senin, 25 Mei 2026 19:57 WIB
Google Health 5.0 Resmi Dirilis: Antarmuka Modern

Google Health 5.0/Yahoo

Harianjogja.com, JOGJA—Google resmi menggulirkan pembaruan besar-besaran melalui aplikasi Google Health 5.0. Pembaruan ini bersifat wajib bagi seluruh pengguna perangkat wearable Fitbit, terutama sebagai persiapan menyambut peluncuran perangkat terbaru, Fitbit Air, yang dijadwalkan meluncur pekan depan. Namun, di balik desain antarmuka yang lebih modern, versi baru ini justru memicu perdebatan serius terkait akurasi AI serta hilangnya sejumlah fitur komunitas favorit.

Pembaruan Widget Akses Cepat

Perubahan paling mencolok dalam versi 5.0 adalah hadirnya Widget Akses Cepat yang jauh lebih personal. Tidak lagi terbatas pada penghitung langkah melingkar, widget ini kini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pengguna:

Di balik kemudahan visual tersebut, integrasi Pelatih Kesehatan (Health Coach) bertenaga AI Gemini menuai kritik tajam. Berdasarkan ulasan dari Lifehacker, fitur AI ini ditemukan bermasalah:

  • Halusinasi Data: AI dilaporkan memberikan informasi yang tidak akurat, seperti memberi selamat atas skor tidur yang tidak sesuai dengan data asli pengguna.

  • Sumber Tidak Kredibel: AI diduga merujuk pada forum daring yang belum terverifikasi secara medis.

  • Penghapusan Fitur: Pengguna harus merelakan sejumlah fitur favorit seperti Sleep Animals, umpan komunitas, grup, pesan langsung, serta grafik pemeriksaan stres.

Google kini memperketat monetisasi pada fitur-fitur lanjutannya. Berikut adalah perbandingan status layanan dalam versi 5.0:

LayananStatusBiaya (Estimasi)
Chat Pelatih Kesehatan AIPremium± Rp160.000/bulan
Rencana Kebugaran PersonalPremium± Rp1.600.000/tahun
Widget Akses CepatGratisRp0

Peluncuran Google Health 5.0 yang ditargetkan rampung secara penuh pada 26 Mei 2026 ini merupakan langkah strategis untuk mendukung ekosistem Fitbit Air. Bagi pengguna, ini menjadi sebuah dilema: antarmuka yang lebih segar dan integrasi perangkat baru, namun harus mengorbankan fitur komunitas serta menghadapi risiko ketidakteraturan data dari AI.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online