Video TikTok dan Instagram Reels Jadi Jalan Baru Sebar Malware
Malware Vidar menyebar via video TikTok & Reels. Jangan asal copy-paste perintah di CMD! Curi password, kripto & file.
Mobil terbakar - ist/Shutterstock
Harianjogja.com, JOGJA— Viralnya video kecelakaan yang melibatkan mobil merek besar seperti Tesla, BYD, Xiaomi, dan Huawei di media sosial tidak selalu mencerminkan tingkat risiko kendaraan yang lebih tinggi dibanding merek lain. Sejumlah pakar teknologi dan otomotif di China menilai fenomena tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh algoritma media sosial dan tingginya perhatian publik terhadap merek-merek populer.
Fenomena ini mencuat setelah berbagai insiden yang melibatkan mobil listrik dari produsen besar berulang kali menjadi perbincangan di platform digital. Akibatnya, muncul persepsi bahwa kendaraan dari merek-merek tersebut lebih sering mengalami kecelakaan atau gangguan teknis.
Blogger teknologi dan otomotif China, Han Lu, menilai persepsi itu tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.
Menurut dia, media sosial cenderung memberikan eksposur lebih besar terhadap insiden yang melibatkan merek terkenal dibandingkan produsen yang kurang dikenal.
“Ketika sebuah mobil dari merek yang kurang terkenal mengalami masalah, unggahan tersebut biasanya mendapat sedikit interaksi dan cepat hilang di beranda. Sebaliknya, merek besar dengan basis penggemar yang luas lebih mudah menjadi topik hangat,” ujarnya.
Kondisi tersebut menciptakan apa yang disebut sebagai bias visibilitas. Semakin terkenal sebuah merek, semakin besar peluang setiap insiden mendapatkan perhatian publik, komentar, dan dibagikan ulang oleh pengguna media sosial.
Akibatnya, masyarakat bisa memperoleh kesan bahwa kecelakaan atau masalah teknis lebih sering terjadi pada merek-merek besar, meskipun data sebenarnya belum tentu menunjukkan hal yang sama.
Han Lu juga menyoroti kesalahpahaman yang kerap muncul dalam pemberitaan maupun unggahan media sosial terkait mobil listrik.
Menurutnya, banyak pengguna langsung mengaitkan kebakaran kendaraan listrik dengan kegagalan baterai, padahal penyebabnya bisa sangat beragam.
Beberapa kasus kebakaran, misalnya, dipicu oleh faktor eksternal seperti benda mudah terbakar yang disimpan di dalam kendaraan atau kerusakan akibat benturan keras saat kecelakaan.
Ia menambahkan, informasi yang beredar di media sosial sering kali hanya menampilkan hasil akhir berupa kendaraan yang terbakar tanpa menjelaskan kronologi maupun penyebab insiden secara menyeluruh.
Situasi tersebut membuat publik cenderung menarik kesimpulan sebelum proses investigasi selesai dilakukan.
Di sisi lain, kendaraan berbahan bakar konvensional juga memiliki risiko kebakaran yang tidak bisa diabaikan. Kerusakan sistem bahan bakar akibat tabrakan dapat menyebabkan kebocoran bensin yang berpotensi memicu api ketika bersentuhan dengan komponen mesin bersuhu tinggi.
Para pengamat otomotif mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan video viral sebagai satu-satunya dasar dalam menilai tingkat keamanan sebuah kendaraan.
Konsumen disarankan untuk mengacu pada hasil pengujian keselamatan dari lembaga independen, laporan regulator, serta data statistik resmi yang lebih komprehensif.
Selain itu, penting untuk memahami konteks di balik setiap insiden yang beredar di media sosial sebelum menyimpulkan adanya masalah sistematis pada suatu merek kendaraan.
Popularitas sebuah produsen otomotif memang membuat setiap kejadian lebih mudah menjadi sorotan. Namun, tingginya pemberitaan belum tentu berbanding lurus dengan tingginya tingkat kecelakaan atau kegagalan produk.
Di era algoritma digital, para ahli menilai kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak terjebak pada persepsi yang dibentuk oleh konten viral semata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malware Vidar menyebar via video TikTok & Reels. Jangan asal copy-paste perintah di CMD! Curi password, kripto & file.
Jadwal Piala Dunia 2026 malam ini hingga Selasa pagi WIB menghadirkan Spanyol vs Tanjung Verde, Belgia vs Mesir, Arab Saudi vs Uruguay, dan Iran vs Selandia Bar
Oliver Tree meninggal dunia pada usia 32 tahun setelah menjadi korban tabrakan dua helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, yang menewaskan enam orang.
Yasin Ayari memilih tidak merayakan gol pertamanya ke gawang Tunisia pada Piala Dunia 2026. Ternyata alasannya terkait sejarah keluarganya.
TN Gunung Merbabu mengoperasikan shelter darurat berbasis teknologi di Jalur Suwanting untuk mendukung keselamatan pendaki dan program Zero Accident.
Rangkaian agenda ini dipusatkan secara bergiliran pada satu desa di tiap wilayah kecamatan, menjadikannya ajang komunikasi langsung yang menjangkau akar rumput.