Jisoo BLACKPINK Puncaki Daftar Wajah Tercantik K-Pop Dunia
Jisoo BLACKPINK dinobatkan sebagai wajah tercantik K-pop versi THE TOP100 sekaligus memperkuat pengaruh globalnya.
Cyberdeck/Reddit
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah dominasi perangkat teknologi seragam dari pabrikan besar, tren komputer rakitan bernama cyberdeck justru kembali mencuri perhatian, terutama di kalangan Gen Z. Fenomena ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap homogenisasi gadget modern sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif dalam dunia teknologi.
Newsweek mengungkapkan, Cyberdeck merupakan komputer portabel yang dirakit secara mandiri menggunakan berbagai komponen, umumnya berbasis sistem papan tunggal seperti Raspberry Pi. Perangkat ini dipadukan dengan layar kecil, keyboard, serta casing buatan sendiri yang sering kali berasal dari material daur ulang atau barang bekas.
Tidak seperti laptop produksi massal, setiap cyberdeck memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuatnya menarik bagi komunitas pembuatnya, karena tidak ada dua perangkat yang benar-benar identik. Konsep ini menekankan kebebasan desain dan personalisasi penuh sesuai kebutuhan pembuatnya.
Secara filosofi, cyberdeck tidak hanya dipandang sebagai perangkat komputer, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi diri. Gagasan ini banyak tersebar di media sosial, termasuk TikTok, di mana kreator seperti ubeboobey menekankan bahwa cyberdeck dirancang agar unik dan digunakan untuk tujuan masing-masing penggunanya.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Akar konsep cyberdeck dapat ditelusuri ke budaya cyberpunk dalam karya fiksi ilmiah seperti novel Neuromancer karya William Gibson. Namun dalam bentuk modern, cyberdeck berkembang dari tradisi DIY (do it yourself) komunitas teknologi awal yang gemar memodifikasi perangkat komputer.
Fungsi cyberdeck pun beragam. Sebagian pengguna menjadikannya konsol game retro yang mampu menjalankan gim klasik era 1980–1990-an, sementara yang lain menggunakannya sebagai server pribadi, perangkat coding, hingga sistem penyimpanan offline. Di kalangan komunitas keamanan siber, perangkat ini bahkan dimanfaatkan sebagai platform portabel untuk eksperimen teknis dan pengujian sistem.
Meski begitu, daya tarik utama cyberdeck saat ini bukan semata pada fungsinya, melainkan pada nilai kreativitas di balik proses pembuatannya. Banyak pengguna menilai perangkat ini sebagai simbol kebebasan dari standar industri teknologi yang seragam.
Perdebatan pun muncul terkait komersialisasi cyberdeck. Sebagian kreator berpendapat bahwa menjadikannya produk massal justru akan menghilangkan esensi utama dari hobi ini, yaitu eksperimen dan personalisasi.
Di tengah arus teknologi yang semakin serba instan, cyberdeck hadir sebagai pengingat bahwa perangkat digital tidak harus selalu seragam. Ia menjadi ruang alternatif bagi generasi muda untuk kembali mengendalikan teknologi—dengan cara yang lebih personal, kreatif, dan bebas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jisoo BLACKPINK dinobatkan sebagai wajah tercantik K-pop versi THE TOP100 sekaligus memperkuat pengaruh globalnya.
Bantul tetapkan siaga darurat kekeringan hingga September, dampak El Nino mulai terasa.
KPK minta Bupati Kuansing dan Sekda menyerahkan diri usai OTT, 10 orang diamankan.
Modus sewa ilegal TKD Condongcatur terbongkar, 17 penyewa setor Rp1,3 miliar, negara rugi Rp1,7 miliar.
Eks pegawai bank di Banyumas jadi tersangka pemalsuan surat dan penipuan Rp25 miliar, korban lebih dari 100 orang.
Nadiem ajukan banding atas vonis 10 tahun kasus Chromebook, bantah terima Rp809 miliar dan singgung kriminalisasi.