11 Tahun TWICE, Fan Party Once upon a Thri11 Hanya untuk 750 Penggemar
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.
Cyberdeck/Reddit
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah dominasi perangkat teknologi seragam dari pabrikan besar, tren komputer rakitan bernama cyberdeck justru kembali mencuri perhatian, terutama di kalangan Gen Z. Fenomena ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap homogenisasi gadget modern sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif dalam dunia teknologi.
Newsweek mengungkapkan, Cyberdeck merupakan komputer portabel yang dirakit secara mandiri menggunakan berbagai komponen, umumnya berbasis sistem papan tunggal seperti Raspberry Pi. Perangkat ini dipadukan dengan layar kecil, keyboard, serta casing buatan sendiri yang sering kali berasal dari material daur ulang atau barang bekas.
Tidak seperti laptop produksi massal, setiap cyberdeck memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuatnya menarik bagi komunitas pembuatnya, karena tidak ada dua perangkat yang benar-benar identik. Konsep ini menekankan kebebasan desain dan personalisasi penuh sesuai kebutuhan pembuatnya.
Secara filosofi, cyberdeck tidak hanya dipandang sebagai perangkat komputer, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi diri. Gagasan ini banyak tersebar di media sosial, termasuk TikTok, di mana kreator seperti ubeboobey menekankan bahwa cyberdeck dirancang agar unik dan digunakan untuk tujuan masing-masing penggunanya.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Akar konsep cyberdeck dapat ditelusuri ke budaya cyberpunk dalam karya fiksi ilmiah seperti novel Neuromancer karya William Gibson. Namun dalam bentuk modern, cyberdeck berkembang dari tradisi DIY (do it yourself) komunitas teknologi awal yang gemar memodifikasi perangkat komputer.
Fungsi cyberdeck pun beragam. Sebagian pengguna menjadikannya konsol game retro yang mampu menjalankan gim klasik era 1980–1990-an, sementara yang lain menggunakannya sebagai server pribadi, perangkat coding, hingga sistem penyimpanan offline. Di kalangan komunitas keamanan siber, perangkat ini bahkan dimanfaatkan sebagai platform portabel untuk eksperimen teknis dan pengujian sistem.
Meski begitu, daya tarik utama cyberdeck saat ini bukan semata pada fungsinya, melainkan pada nilai kreativitas di balik proses pembuatannya. Banyak pengguna menilai perangkat ini sebagai simbol kebebasan dari standar industri teknologi yang seragam.
Perdebatan pun muncul terkait komersialisasi cyberdeck. Sebagian kreator berpendapat bahwa menjadikannya produk massal justru akan menghilangkan esensi utama dari hobi ini, yaitu eksperimen dan personalisasi.
Di tengah arus teknologi yang semakin serba instan, cyberdeck hadir sebagai pengingat bahwa perangkat digital tidak harus selalu seragam. Ia menjadi ruang alternatif bagi generasi muda untuk kembali mengendalikan teknologi—dengan cara yang lebih personal, kreatif, dan bebas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.