11 Tahun TWICE, Fan Party Once upon a Thri11 Hanya untuk 750 Penggemar
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.
TikTok - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Istilah "plenger" semakin sering muncul di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok, Instagram, hingga X. Kata ini biasanya digunakan warganet untuk mengomentari ekspresi wajah, tingkah laku, atau situasi yang dianggap lucu, canggung, maupun mengundang gelak tawa.
Meski populer dan kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari di dunia maya, masih banyak pengguna internet yang salah memahami makna kata tersebut. Sebagian menganggap "plenger" berarti bodoh atau bebal, padahal penggunaan istilah itu di media sosial memiliki arti yang lebih luas dan bergantung pada konteks pembicaraan.
Dalam praktiknya, kata "plenger" lebih sering dipakai sebagai bentuk ejekan ringan atau candaan untuk menggambarkan seseorang yang terlihat bingung, melamun, lemas, terlalu santai, atau menunjukkan tingkah yang dianggap tidak biasa.
Istilah ini juga kerap digunakan ketika seseorang tampak kehilangan fokus, menunjukkan ekspresi kosong, atau memberikan respons yang dianggap kurang nyambung dengan situasi yang sedang terjadi.
Karena sifatnya sebagai bahasa gaul internet, makna "plenger" tidak memiliki definisi baku. Penggunaannya berkembang secara organik melalui interaksi antarnetizen dan terus mengalami penyesuaian sesuai tren yang berkembang di media sosial.
Sejumlah akun pengamat bahasa di media sosial menjelaskan bahwa kata tersebut belum tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dengan demikian, "plenger" masih tergolong sebagai kosakata informal yang hidup melalui budaya digital dan percakapan daring.
Di balik popularitasnya, istilah ini diyakini memiliki keterkaitan dengan bahasa Jawa. Banyak pengguna media sosial menghubungkan kata "plenger" dengan dua istilah yang lebih dahulu dikenal dalam percakapan masyarakat Jawa.
Kata pertama adalah "plengeh", yang sering digunakan untuk menggambarkan ekspresi wajah polos, cengengesan, atau terlihat sedikit kebingungan. Sementara kata kedua adalah "blenger", yang merujuk pada kondisi tubuh yang lemas, pusing, atau merasa tidak nyaman setelah terlalu kenyang.
Perpaduan nuansa makna dari kedua kata tersebut kemudian dianggap melahirkan istilah "plenger" yang kini populer di media sosial untuk menggambarkan ekspresi kosong, tingkah acak, atau perilaku yang dianggap lucu dan menghibur.
Popularitas kata ini mulai meningkat setelah muncul dalam sebuah video TikTok yang viral pada awal 2024. Dalam video tersebut, seorang kreator konten bernama Dono secara spontan menggunakan kata "plenger" saat diminta memberikan komentar mengenai ekspresi seseorang.
Jawaban singkat itu justru memicu rasa penasaran banyak pengguna media sosial. Tidak sedikit warganet yang kemudian menanyakan arti kata tersebut di kolom komentar.
Fenomena tersebut membuat istilah "plenger" semakin sering digunakan dalam berbagai unggahan video dan meme. Dalam waktu singkat, kata itu menyebar ke berbagai komunitas digital dan menjadi bagian dari bahasa gaul yang akrab digunakan generasi muda.
Saat ini, penggunaan kata "plenger" tidak lagi terbatas pada ekspresi wajah. Warganet juga memakainya untuk menggambarkan situasi yang dianggap kocak, respons yang tidak terduga, hingga perilaku seseorang yang dinilai terlalu santai ketika menghadapi masalah.
Contohnya sering terlihat dalam kolom komentar video klarifikasi, pertandingan sepak bola, konten hiburan, maupun unggahan viral lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa internet terus berkembang dan menciptakan kosakata baru yang cepat menyebar ke berbagai daerah. Meskipun belum memiliki pengakuan resmi dalam kamus bahasa Indonesia, istilah "plenger" telah menjadi bagian dari percakapan digital yang dipahami oleh banyak pengguna media sosial.
Bagi pengguna internet, memahami konteks penggunaan istilah seperti "plenger" menjadi penting agar tidak salah menafsirkan maksud sebuah komentar. Sebab dalam budaya media sosial, makna sebuah kata sering kali berkembang lebih cepat dibandingkan definisi formal yang tercatat dalam kamus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.
Daftar 10 negara penghasil emas terbesar dunia 2026 berdasarkan data USGS. Simak posisi Indonesia dan jumlah cadangan emasnya.