Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Tampilan pesawat elektrik hasil kolaborasi Toyota dan Joby Aviation. (Joby Aviation)
Harianjogja.com, AMERIKA SERIKAT — Raksasa otomotif Toyota memperkuat langkahnya di sektor mobilitas masa depan dengan menggandeng Joby Aviation melalui pembentukan aliansi manufaktur strategis. Kolaborasi ini ditandai dengan pendirian perusahaan patungan bernama Joby Toyota Aero Manufacturing Preparation Company yang berbasis di California, Amerika Serikat.
Dalam kerja sama tersebut, Toyota akan menguasai 51% saham perusahaan baru. Langkah ini melanjutkan komitmen investasi Toyota yang telah mengalir ke Joby Aviation sejak 2020, mencapai ratusan juta dolar AS.
Aliansi ini bertujuan menggabungkan keunggulan teknologi penerbangan elektrik milik Joby dengan sistem produksi efisien khas Toyota. Fokus awal perusahaan patungan ini adalah mempersiapkan produksi komersial pesawat listrik berkonsep lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL).
Ketua Toyota, Akio Toyoda, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar perusahaan dalam menghadirkan mobilitas untuk semua.
“Sejak awal, kami berkomitmen menghadirkan mobilitas bagi semua orang. Mobilitas udara adalah perpanjangan alami dari visi tersebut—dari darat menuju langit,” ujar Toyoda dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026)
Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Joby menjadi tonggak penting menuju masa depan transportasi yang lebih terintegrasi.
“Kami percaya kemitraan ini akan mempercepat terwujudnya masyarakat dengan mobilitas masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Joby Aviation sendiri dikenal sebagai pionir dalam pengembangan taksi udara elektrik. Perusahaan ini menargetkan menghadirkan sistem transportasi terintegrasi yang menghubungkan perjalanan darat dan udara secara mulus, termasuk melalui kerja sama dengan maskapai dan platform transportasi global.
Pesawat yang dikembangkan Joby dilengkapi enam rotor dan empat paket baterai, mampu mengangkut empat penumpang serta satu pilot. Kendaraan udara ini diklaim mampu melaju hingga 322 kilometer per jam, menjadikannya salah satu solusi transportasi tercepat di masa depan.
Melalui kolaborasi ini, kapasitas produksi Joby diperkirakan akan meningkat signifikan. Selain itu, efisiensi biaya dan kualitas produksi juga menjadi fokus utama, guna memenuhi permintaan pasar global terhadap transportasi udara ramah lingkungan.
Langkah Toyota masuk ke industri taksi udara menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di sektor mobilitas masa depan semakin ketat. Inovasi ini diprediksi akan mengubah cara manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam beberapa dekade ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.