Messi Didenda MLS Usai Tampar Leher Pemain Philadelphia Union
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Ilustrasi / Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah hiruk-pikuk perjalanan liburan panjang, istirahat di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala sering menjadi pilihan praktis bagi banyak pengemudi. Namun, kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan istilah menakutkan "keracunan AC mobil". Padahal, secara teknis, AC bukanlah biang keladi keracunan. Ancaman sesungguhnya mengintai dari gas karbon monoksida (CO) yang tidak terlihat dan tidak berbau, yang bisa merenggut nyawa dalam diam.
Bukan AC, Tapi Karbon Monoksida (CO)
Bahaya yang sebenarnya berasal dari gas karbon monoksida (CO), yaitu gas hasil pembakaran mesin yang dapat masuk ke dalam kabin jika terjadi kebocoran pada sistem pembuangan atau bodi kendaraan. Selama mobil dalam kondisi prima dan sistem knalpot bekerja normal, tidur di dalam mobil dengan AC menyala tidak otomatis berbahaya. Namun, risiko meningkat drastis jika ada celah sekecil apapun.
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sulit dideteksi tanpa alat khusus. Ketika terhirup, gas ini menghambat kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala awalnya mirip dengan kelelahan biasa: sakit kepala, pusing, mual, dan mengantuk berlebihan. Jika tidak segera ditangani, paparan CO dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian.
Risiko Utama: Kebocoran yang Membunuh Diam-diam
Pada kondisi normal, gas buang akan keluar melalui knalpot dan tidak masuk ke dalam mobil. Risiko muncul apabila terdapat kebocoran pada sistem knalpot, seal pintu atau bodi yang tidak rapat, celah pada lantai atau firewall kendaraan, atau mobil berhenti lama dengan mesin menyala sehingga gas buang berkumpul di sekitar kendaraan. Jika gas CO berhasil masuk ke kabin, sistem AC dapat ikut mengedarkan udara yang telah terkontaminasi. Inilah yang membuat banyak orang keliru menyebutnya sebagai "keracunan AC".
Perlu dicatat, kebocoran refrigeran AC memang dapat menyebabkan iritasi atau gangguan pernapasan jika paparannya tinggi di ruang tertutup. Namun, kasus kematian saat tidur di mobil umumnya dikaitkan dengan keracunan karbon monoksida, bukan karena freon.
Tips Aman Istirahat di Perjalanan
Agar Anda dan keluarga tetap selamat saat beristirahat di perjalanan, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:
Dengan memahami risiko yang sebenarnya dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati perjalanan jauh dengan lebih tenang dan aman. Jangan biarkan kenyamanan sesaat menjadi ancaman bagi keselamatan Anda dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Kemenkop menggelar magang bagi 90 pengurus KDKMP untuk mempelajari model bisnis koperasi pertanian dan serba usaha di pesantren.
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran.
Prabowo meninjau penanganan karhutla di Riau dan meminta pemerintah memperkuat sistem pencegahan agar kebakaran tidak berulang.
KPK mengungkap dugaan korupsi PMB Unsoed, mulai transaksi Rp650 juta, 73 kursi disetting, hingga keterlibatan guru SMA.