Syarat Penerima BSU 2026: Cek Kriteria dan Besaran Bantuan
Simak kriteria penerima BSU berdasarkan aturan 2025, besaran bantuan, kelompok yang dikecualikan, dan cara memantau informasi BSU 2026.
Ilustrasi / Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah hiruk-pikuk perjalanan liburan panjang, istirahat di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala sering menjadi pilihan praktis bagi banyak pengemudi. Namun, kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan istilah menakutkan "keracunan AC mobil". Padahal, secara teknis, AC bukanlah biang keladi keracunan. Ancaman sesungguhnya mengintai dari gas karbon monoksida (CO) yang tidak terlihat dan tidak berbau, yang bisa merenggut nyawa dalam diam.
Bukan AC, Tapi Karbon Monoksida (CO)
Bahaya yang sebenarnya berasal dari gas karbon monoksida (CO), yaitu gas hasil pembakaran mesin yang dapat masuk ke dalam kabin jika terjadi kebocoran pada sistem pembuangan atau bodi kendaraan. Selama mobil dalam kondisi prima dan sistem knalpot bekerja normal, tidur di dalam mobil dengan AC menyala tidak otomatis berbahaya. Namun, risiko meningkat drastis jika ada celah sekecil apapun.
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sulit dideteksi tanpa alat khusus. Ketika terhirup, gas ini menghambat kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala awalnya mirip dengan kelelahan biasa: sakit kepala, pusing, mual, dan mengantuk berlebihan. Jika tidak segera ditangani, paparan CO dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian.
Risiko Utama: Kebocoran yang Membunuh Diam-diam
Pada kondisi normal, gas buang akan keluar melalui knalpot dan tidak masuk ke dalam mobil. Risiko muncul apabila terdapat kebocoran pada sistem knalpot, seal pintu atau bodi yang tidak rapat, celah pada lantai atau firewall kendaraan, atau mobil berhenti lama dengan mesin menyala sehingga gas buang berkumpul di sekitar kendaraan. Jika gas CO berhasil masuk ke kabin, sistem AC dapat ikut mengedarkan udara yang telah terkontaminasi. Inilah yang membuat banyak orang keliru menyebutnya sebagai "keracunan AC".
Perlu dicatat, kebocoran refrigeran AC memang dapat menyebabkan iritasi atau gangguan pernapasan jika paparannya tinggi di ruang tertutup. Namun, kasus kematian saat tidur di mobil umumnya dikaitkan dengan keracunan karbon monoksida, bukan karena freon.
Tips Aman Istirahat di Perjalanan
Agar Anda dan keluarga tetap selamat saat beristirahat di perjalanan, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:
Dengan memahami risiko yang sebenarnya dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati perjalanan jauh dengan lebih tenang dan aman. Jangan biarkan kenyamanan sesaat menjadi ancaman bagi keselamatan Anda dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak kriteria penerima BSU berdasarkan aturan 2025, besaran bantuan, kelompok yang dikecualikan, dan cara memantau informasi BSU 2026.
Inter Milan menghadapi Venezia pada pekan ke-9 Serie A. Simak jadwal pertandingan, kondisi pemain, prediksi susunan pemain, dan catatan pertemuan kedua tim.
Kenali lima teknik mengemudi defensif, mulai dari menjaga jarak aman hingga menghindari titik buta, untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho tayang perdana di TIFF 2026 dan bersaing di Main Competition sebelum rilis di Indonesia pada Januari 2027.
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memberikan apresiasi kepada 140 rancangan usaha siswa SMA dan SMK melalui Pameran
Satlantas Polres Gunungkidul memeriksa tutup tangki BBM truk untuk mencegah tumpahan solar dan risiko kecelakaan di jalur Jogja-Wonosari.