India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Risiko Penipuan
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Ilustrasi / Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah hiruk-pikuk perjalanan liburan panjang, istirahat di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala sering menjadi pilihan praktis bagi banyak pengemudi. Namun, kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan istilah menakutkan "keracunan AC mobil". Padahal, secara teknis, AC bukanlah biang keladi keracunan. Ancaman sesungguhnya mengintai dari gas karbon monoksida (CO) yang tidak terlihat dan tidak berbau, yang bisa merenggut nyawa dalam diam.
Bukan AC, Tapi Karbon Monoksida (CO)
Bahaya yang sebenarnya berasal dari gas karbon monoksida (CO), yaitu gas hasil pembakaran mesin yang dapat masuk ke dalam kabin jika terjadi kebocoran pada sistem pembuangan atau bodi kendaraan. Selama mobil dalam kondisi prima dan sistem knalpot bekerja normal, tidur di dalam mobil dengan AC menyala tidak otomatis berbahaya. Namun, risiko meningkat drastis jika ada celah sekecil apapun.
Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sulit dideteksi tanpa alat khusus. Ketika terhirup, gas ini menghambat kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala awalnya mirip dengan kelelahan biasa: sakit kepala, pusing, mual, dan mengantuk berlebihan. Jika tidak segera ditangani, paparan CO dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian.
Risiko Utama: Kebocoran yang Membunuh Diam-diam
Pada kondisi normal, gas buang akan keluar melalui knalpot dan tidak masuk ke dalam mobil. Risiko muncul apabila terdapat kebocoran pada sistem knalpot, seal pintu atau bodi yang tidak rapat, celah pada lantai atau firewall kendaraan, atau mobil berhenti lama dengan mesin menyala sehingga gas buang berkumpul di sekitar kendaraan. Jika gas CO berhasil masuk ke kabin, sistem AC dapat ikut mengedarkan udara yang telah terkontaminasi. Inilah yang membuat banyak orang keliru menyebutnya sebagai "keracunan AC".
Perlu dicatat, kebocoran refrigeran AC memang dapat menyebabkan iritasi atau gangguan pernapasan jika paparannya tinggi di ruang tertutup. Namun, kasus kematian saat tidur di mobil umumnya dikaitkan dengan keracunan karbon monoksida, bukan karena freon.
Tips Aman Istirahat di Perjalanan
Agar Anda dan keluarga tetap selamat saat beristirahat di perjalanan, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan:
Dengan memahami risiko yang sebenarnya dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menikmati perjalanan jauh dengan lebih tenang dan aman. Jangan biarkan kenyamanan sesaat menjadi ancaman bagi keselamatan Anda dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
BPBD Cilacap salurkan 117.000 liter air bersih ke 8 desa terdampak kekeringan. Ribuan warga kesulitan air selama kemarau.
Kasus dugaan korupsi program MBG di BGN menyeret TNI dan Polri aktif. Pemerintah tegaskan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
4 kebiasaan setelah jam 5 sore yang wajib dihindari agar tekanan darah stabil: kafein, garam, alkohol, dan stres. Simak rekomendasi pakar kesehatan.
Meta luncurkan Pocket, aplikasi AI untuk membuat gim & aplikasi interaktif tanpa kode. Cukup dengan prompt, siapa pun bisa jadi kreator.
Justin Kluivert di-bully warganet Indonesia usai gagal penalti di Piala Dunia 2026. KNVB lapor polisi. Simak kronologi dan kaitannya dengan Patrick Kluivert.